This document contains 115 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n7http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n10http://www.w3.org/ns/prov#
n17http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Translational_motion.
n9http://webphysics.davidson.edu/physlet_resources/thermo_paper/thermo/examples/ex20_4.
n14http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/23/Thermally_Agitated_Molecule.
n6http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n13http://xmlns.com/foaf/0.1/
n4http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n16http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Thermally_Agitated_Molecule.
n12http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n18http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:MaxwellBoltzmann-en.
n15http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/23/Thermally_Agitated_Molecule.gif/200px-Thermally_Agitated_Molecule.
n19http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Vätskefas.
n5http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Chandra-crab.
n20http://id.dbpedia.org/resource/Dalton_(unit)
n11http://id.wikipedia.org/wiki/Teorema_ekuipartisi?oldid=
n8http://www.sciencebits.com/
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Teorema_ekuipartisi
n4:label
Teorema ekuipartisi
n4:comment
Dalam mekanika statistika klasik, teorema ekuipartisi adalah sebuah rumusan umum yang merelasikan temperatur suatu sistem dengan energi rata-ratanya. Teorema ini juga dikenal sebagai hukum ekuipartisi, ekuipartisi energi, ataupun hanya ekuipartisi.
n7:subject
n6:Teorema_fisika n6:Mekanika_statistika n6:Termodinamika
n3:wikiPageID
804157
n3:wikiPageRevisionID
6782864
n3:wikiPageWikiLink
n2:Kapasitas_kalor n2:Bobot_atom n2:Simetri_bola n2:Fungsi_distribusi_radial n5:jpg n2:Bintang_neutron n2:Gaya_konservatif n2:Momentum_konjugat n2:Fungsi_densitas_probabilitas n2:Fungsi_partisi n2:Energi_termal n2:Ensembel_kanonis n2:Radiasi_benda_hitam n2:Penangas_kalor n2:Hamiltonian n6:Mekanika_statistika n2:Kecepatan_sudut n2:Relativitas_khusus n2:Mekanika_statistika_kuantum n2:Teorema_virial n2:Tetapan_gas n6:Teorema_fisika n2:Temperatur n2:Efusi n2:Hamburan_Rayleigh n2:Mekanika_Newton n2:Kelvin n2:Delta_Kronecker n2:Evgeny_Lifshitz n2:Teorema_divergensi n2:Fisika_klasik n2:Mekanika_Hamiltonian n2:Gas_mulia n2:Energi_kinetik n2:Bintang n2:Xenon n2:Gravitasi_Bumi n2:George_Gamow n2:Bahasa_Latin n2:Gravitasi n2:Albert_Einstein n2:Energi n2:Divergensi n2:Kapasitas_kalor_jenis n2:Hukum_kedua_Newton n2:Tetapan_Avogadro n2:Bandul n2:Kesetimbangan_termal n2:Virus n2:Persamaan_Hamilton n2:Ruang_fase n2:Energi_potensial n2:Pegas n2:Gas_ideal n2:Waktu n6:Termodinamika n2:Bir n2:Teori_medan_kuantum n2:Hukum_ketiga_Newton n2:Fisika_kuantum n2:Monoatomik n2:Mekanika_statistika n2:Kalori n2:Percepatan n2:Dawai n2:Protein n2:Teori_kinetik n2:Hukum_Hooke n16:gif n2:Tetapan_Boltzmann n2:Distribusi_Maxwell-Boltzmann n2:Hebrew_University_of_Jerusalem n2:Helium n2:Prinsip_momen_inersia n2:Mol n2:Osilator_elektronik n2:Kecepatan_akar_purata_kuadrat n2:Hukum_Graham n17:gif n2:Derajat_kebebasan n18:svg n2:Kapasitas_kalor_molar n2:Hukum_Dulong-Petit n2:Osilator_harmonik n2:Bencana_ultraviolet n2:Max_Planck n2:Ergodisitas n2:Ensembel_mikrokanonis n2:Sedimentasi n2:Persamaan_Mason-Weaver n2:Hukum_gas_ideal n2:Rerata_ensembel n19:png n20: n2:Katai_putih n2:Derau_Johnson–Nyquist n2:Mekanika_kuantum n2:Hukum_Dulong–Petit n2:Peter_Debye
n3:wikiPageExternalLink
n8:StellarEquipartition n9:html
n13:depiction
n14:gif
n3:thumbnail
n15:gif
n3:abstract
Dalam mekanika statistika klasik, teorema ekuipartisi adalah sebuah rumusan umum yang merelasikan temperatur suatu sistem dengan energi rata-ratanya. Teorema ini juga dikenal sebagai hukum ekuipartisi, ekuipartisi energi, ataupun hanya ekuipartisi. Gagasan dasar teorema ekuipartisi adalah bahwa dalam keadaan kesetimbangan termal, energi akan terdistribusikan secara merata ke semua bentuk-bentuk energi yang berbeda; contohnya energi kinetik rata-rata per derajat kebebasan pada gerak translasi sebuah molekul haruslah sama dengan gerak rotasinya. Teorema ekuipartisi mampu memberikan prediksi-prediksi yang kuantitatif. Seperti pada teorema virial, teorema ekuipartisi dapat memberikan hasil perhitungan energi kinetik dan energi potensial rata-rata total suatu sistem pada satu temperatur tertentu, yang darinya kapasitas kalor sistem dapat dihitung. Namun, teorema ekuipartisi juga memberikan nilai rata-rata komponen individual energi tersebut, misalnya energi kinetik suatu partikel ataupun energi potensial suatu dawai. Contohnya, teorema ini dapat memberikan prediksi bahwa setiap molekul dalam suatu gas ideal monoatomik memiliki energi kinetik rata-rata sebesar (3/2)kBT dalam kesetimbangan termal, dengan kB adalah tetapan Boltzmann dan T adalah temperatur. Secara umum, teorema ini dapat diterapkan ke semua sistem-sistem fisika klasik yang berada dalam kesetimbangan termal tak peduli seberapa rumitnya sekalipun sistem tersebut. Teorema ekuipartisi dapat digunakan untuk menurunkan hukum gas ideal dan hukum Dulong-Petit untuk kapasitas kalor jenis benda padat. Teorema ini juga dapat digunakan untuk memprediksi sifat dan ciri bintang-bintang, bahkan berlaku juga untuk katai putih dan bintang neutron, karena teorema ini berlaku pula ketika efek-efek relativitas diperhitungkan. Walaupun teorema ekuipartisi memberikan prediksi yang sangat akurat pada kondisi-kondisi tertentu, teorema ini menjadi tidak akurat ketika efek-efek kuantum menjadi signifikan, misalnya pada temperatur yang sangat rendah. Ketika energi termal kBT lebih kecil daripada perjarakan energi kuantum pada suatu derajat kebebasan, energi rata-rata dan kapasitas kalor dari derajat kebebasan ini akan lebih kecil daripada nilai energi yang diprediksi oleh teorema ekuipartisi. Derajat kebebasan ini dikatakan menjadi "beku" ketika energi termal lebih kecil daripada perjarakan energi kuantum ini. Contohnya, kapasitas kalor suatu benda padat akan menurun pada temperatur rendah seiring dengan membekunya berbagai jenis gerak yang dimungkinkan. Hal ini berlawanan dengan prediksi teorema ekuipartisi yang memprediksikan nilai kapasitas kalor yang konstan. Fenomena menurunnya kapasitas kalor ini memberikan tanda awal bagi para fisikawan abad ke-19 bahwa fisika klasik tidaklah benar dan diperlukan model ilmiah baru yang lebih akurat dalam menjelaskan fenomena ini. Selain itu, teorema ekuipartisi juga gagal dalam memodelkan radiasi benda hitam (juga dikenal sebagai bencana ultraviolet). Hal ini mendorong Max Planck untuk mencetuskan gagasan bahwa energi yang dipancarkan oleh suatu objek terpancarkan dalam bentuk terkuantisasi. Hipotesis revolusioner ini kemudian memacu perkembangan mekanika kuantum dan teori medan kuantum.
n10:wasDerivedFrom
n11:6782864
n13:isPrimaryTopicOf
n12:Teorema_ekuipartisi
Subject Item
n2:Teori_kinetik
n3:wikiPageWikiLink
n2:Teorema_ekuipartisi
Subject Item
n12:Teorema_ekuipartisi
n13:primaryTopic
n2:Teorema_ekuipartisi