This document contains 52 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n16http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Siklusair.
n4http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n9http://www.w3.org/ns/prov#
n6http://id.dbpedia.org/resource/Aqua_(satelit)
n5http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n11http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n8http://xmlns.com/foaf/0.1/
n13http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Water_cycle.
n7http://id.wikipedia.org/wiki/
n12http://id.dbpedia.org/resource/Presipitasi_(meteorologi)
n10http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air?oldid=
n3http://dbpedia.org/ontology/
n14http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Siklusair.jpg/200px-Siklusair.
n15http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c2/Siklusair.
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n6:
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Botani
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Desalinasi
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Penguapan
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Air_tawar
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Pemanasan_global
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Osmosis
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n12:
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Hujan
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Osmosis_terbalik
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Air_asin
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Laut
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Air
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Siklus_air
n11:label
Siklus air
n11:comment
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
n4:subject
n5:Air n5:Fisika_tanah n5:Hidrologi
n3:wikiPageID
142799
n3:wikiPageRevisionID
6709523
n3:wikiPageWikiLink
n2:Laut n2:Atmosfer n2:Bumi n2:Sirkulasi n2:Matahari n5:Hidrologi n2:Presipitasi n13:png n5:Fisika_tanah n2:Kondensasi n16:jpg n2:Evaporasi n2:Transpirasi n2:Air n5:Air
n8:depiction
n15:jpg
n3:thumbnail
n14:jpg
n3:abstract
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut.
n9:wasDerivedFrom
n10:6709523
n8:isPrimaryTopicOf
n7:Siklus_air
Subject Item
n2:Geografi_fisik
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Siklus_hydrologi
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
n3:wikiPageRedirects
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Siklus_hidrologi
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
n3:wikiPageRedirects
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Daur_hidrologi
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
n3:wikiPageRedirects
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Daur_air
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
n3:wikiPageRedirects
n2:Siklus_air
Subject Item
n2:Daur_Air
n3:wikiPageWikiLink
n2:Siklus_air
n3:wikiPageRedirects
n2:Siklus_air
Subject Item
n7:Siklus_air
n8:primaryTopic
n2:Siklus_air