This document contains 33 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n8http://purl.org/dc/terms/
n4http://id.wikipedia.org/wiki/Presipitasi_(meteorologi)
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n10http://www.w3.org/ns/prov#
n11http://id.wikipedia.org/wiki/Presipitasi_(meteorologi)?oldid=
n9http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n5http://xmlns.com/foaf/0.1/
n3http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n2http://id.dbpedia.org/resource/Presipitasi_(meteorologi)
n12http://id.dbpedia.org/resource/Badai_Erika_(2003)
n7http://dbpedia.org/ontology/
n6http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n6:Arid
n7:wikiPageWikiLink
n2:
Subject Item
n12:
n7:wikiPageWikiLink
n2:
Subject Item
n2:
n3:label
Presipitasi (meteorologi)
n3:comment
Dalam meteorologi, presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor, yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). Udara menjadi jenuh melalui dua proses, pendinginan atau penambahan uap air.
n8:subject
n9:Hidrologi
n7:wikiPageID
251682
n7:wikiPageRevisionID
6642589
n7:wikiPageWikiLink
n6:Larutan n6:Bumi n6:Hujan_es n6:Salju n6:Siklus_air n6:Atmosfer n6:Sleet n6:Kondensasi n6:Meteorologi n6:Hujan_rintik n6:Hujan_beku n6:Hujan n6:Air_tawar n6:Virga n9:Hidrologi n6:Laut n6:Uap_air
n7:abstract
Dalam meteorologi, presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor, yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). Udara menjadi jenuh melalui dua proses, pendinginan atau penambahan uap air. Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk, termasuk diantaranya hujan, hujan beku, hujan rintik, salju, sleet, and hujan es. Virga adalah presipitasi yang pada mulanya jatuh ke bumi tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air, dan merupakan sumber utama air tawar di planet ini. Diperkirakan sekitar 505,000 km³ air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya, 398,000 km³ diantaranya jatuh di lautan. Bila didasarkan pada luasan permukaan Bumi, presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m, dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1.1 m. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis, semisal perencanaan pembangunan bendung, dam, dan sebagainya. Salah satu alat ukurnya yang sederhana adalah sebagai berikut. yang ini merupakan alat ukur hujan harian. Pengukurannya dengan mendukur kedalaman air yang terkumpul dalam botol pengumpul di baigan tengah tersebut. Penempatan alat ukur hujan harus di tempat terbuka, harus dilindungi dari gangguan binatang dan manusia, selalu dijaga agar tetap bersih, data hujan yang terkumpul tiap harinya harus diukur dengan teratur pada jam yang sama tiap harinya (ini menyebabkan Indonesia sangat kekurangan data hujan, karena jarang ada orang yang mau secara rutin mengecek alat ukur hujan). Jarak minimal alat ukur hujan terhadap bangunan yang terdekat dengannya adalah sejauh empat kali tinggi bangunan terdekat tersebut.
n10:wasDerivedFrom
n11:6642589
n5:isPrimaryTopicOf
n4:
Subject Item
n6:Hujan
n7:wikiPageWikiLink
n2:
Subject Item
n6:Curah_hujan
n7:wikiPageWikiLink
n2:
n7:wikiPageRedirects
n2:
Subject Item
n6:Presipitasi
n7:wikiPageWikiLink
n2:
n7:wikiPageRedirects
n2:
Subject Item
n4:
n5:primaryTopic
n2: