This document contains 33 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n9http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n7http://www.w3.org/ns/prov#
n4http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n11http://xmlns.com/foaf/0.1/
n5http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n10http://id.wikipedia.org/wiki/
n6http://de.dbpedia.org/resource/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n8http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_ekstensif?oldid=
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Pertanian
n3:wikiPageWikiLink
n2:Pertanian_ekstensif
Subject Item
n2:Pertanian_ekstensif
n5:label
Pertanian ekstensif
n5:comment
Dalam ekonomi pertanian, pertanian ekstensif adalah sistem pembudidayaan tanaman dengan menggunakan masukan modal dan tenaga kerja yang rendah, relatif terhadap luas lahan usaha yang dipakai. Hasil yang diperoleh banyak bergantung pada kesuburan tanah asal, topografi, iklim, dan ketersediaan air. Masukan teknologi biasanya bukan hal yang mendesak karena dalam pertanian semacam ini luas lahan yang menjadi andalan.
n5:seeAlso
n6:Landwirtschaft
n9:subject
n4:Pertanian
n3:wikiPageID
593273
n3:wikiPageRevisionID
6804247
n3:wikiPageWikiLink
n4:Pertanian n2:Tenaga_kerja n2:Lahan n2:Air n2:Iklim n2:Pertanian_intensif n2:Tanaman n2:Tanah n2:Indonesia n2:Modal n2:Hewan n2:Pertanian_berkelanjutan n2:Transmigrasi n2:Orde_Baru n2:Teknologi n2:Ekonomi_pertanian n2:Topografi n2:Budidaya n2:Ekstensifikasi_pertanian
n3:wikiPageInterLanguageLink
n6:Landwirtschaft
n3:abstract
Dalam ekonomi pertanian, pertanian ekstensif adalah sistem pembudidayaan tanaman dengan menggunakan masukan modal dan tenaga kerja yang rendah, relatif terhadap luas lahan usaha yang dipakai. Hasil yang diperoleh banyak bergantung pada kesuburan tanah asal, topografi, iklim, dan ketersediaan air. Masukan teknologi biasanya bukan hal yang mendesak karena dalam pertanian semacam ini luas lahan yang menjadi andalan. Pertanian dengan lahan yang luas mendapat keuntungan dengan penggunaan peralatan dan mesin kombinasi besar sehingga mendapat efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja. Beberapa elemen teknologi modern barangkali juga diterapkan namun tidak sebanyak pertanian intensif. Mekanisasi bahkan menjadi ekonomis pada pertanian dengan lahan luas. Pertanian berkelanjutan mengandalkan bentuk-bentuk pertanian ekstensif dengan memasukkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan sehingga tidak merusak tanah serta lingkungan. Contoh pertanian ekstensif adalah perkebunan tanaman industri, seperti kebun kelapa sawit. Peternakan sapi tradisional di Swiss juga dapat digolongkan sebagai pertanian ekstensif karena mencakup lahan yang luas dan tenaga kerja yang terbatas. Program "ekstensifikasi" yang dijalankan pemerintah Indonesia pada masa Orde Baru tidak ada kaitannya dengan pertanian ekstensif, meskipun bagi petani yang mengikuti program tersebut, melalui transmigrasi, mendapat lahan seluas dua hektare. Program itu lebih tepat disebut "ekspansi pertanian" atau "perluasan areal pertanian".
n7:wasDerivedFrom
n8:6804247
n11:isPrimaryTopicOf
n10:Pertanian_ekstensif
Subject Item
n2:Pertanian_intensif
n3:wikiPageWikiLink
n2:Pertanian_ekstensif
Subject Item
n2:Ekstensifikasi_pertanian
n3:wikiPageWikiLink
n2:Pertanian_ekstensif
Subject Item
n10:Pertanian_ekstensif
n11:primaryTopic
n2:Pertanian_ekstensif