This document contains 45 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n12http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n6http://www.w3.org/ns/prov#
n7http://id.wikipedia.org/wiki/Paku_Alam_IV?oldid=
n11http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pakoe_Alam_IV_van_het_Prinsdom_Pakoe_Alam_uit_Djogjakarta_Midden-Java_TMnr_60009413.
n13http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n14http://id.dbpedia.org/property/
n10http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/45/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pakoe_Alam_IV_van_het_Prinsdom_Pakoe_Alam_uit_Djogjakarta_Midden-Java_TMnr_60009413.jpg/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pakoe_Alam_IV_van_het_Prinsdom_Pakoe_Alam_uit_Djogjakarta_Midden-Java_TMnr_60009413.
n5http://xmlns.com/foaf/0.1/
n3http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n4http://id.wikipedia.org/wiki/
n8http://dbpedia.org/ontology/
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
n15http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/45/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pakoe_Alam_IV_van_het_Prinsdom_Pakoe_Alam_uit_Djogjakarta_Midden-Java_TMnr_60009413.
n9http://www.4dw.net/royalark/Indonesia/pakuala2.
Subject Item
n2:Daftar_raja_di_Jawa
n8:wikiPageWikiLink
n2:Paku_Alam_IV
Subject Item
n2:Paku_Alam_III
n8:wikiPageWikiLink
n2:Paku_Alam_IV
n14:pengganti
n2:Paku_Alam_IV
Subject Item
n2:Paku_Alam_IV
n3:label
Paku Alam IV
n3:comment
RM Nataningrat dilahirkan 25 Oktober 1841 di Yogyakarta. Ia diperjuangkan GK Ratu Ayu permaisuri PA II untuk menjadi pewaris tahta. Di sini sekali lagi dapat dilihat peranan perempuan dalam mengatur pemerintahan di zaman kerajaan (bandingkan dengan pengaruh besar ibu Hamengkubuwono III dalam mendudukkan putranya dengan mendongkel kedudukan suaminya). Pada 1 Desember 1864 RM Nataningrat ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Surya Sasraningrat menggantikan almahrum pamannya.
n12:subject
n13:Adipati_Paku_Alam
n8:wikiPageID
151244
n8:wikiPageRevisionID
6613311
n8:wikiPageWikiLink
n2:1878 n2:1840 n2:Hamengkubuwono_VI n11:jpg n2:Jepara n2:Kota_Gede_Yogyakarta n2:24_September n2:Kadipaten_Pakualaman n2:Yogyakarta n2:Belanda n2:Demak n2:Pangeran_Paku_Alam_di_Yogyakarta n2:1864 n2:1_Desember n2:25_Oktober n2:Soedarisman_Poerwokoesoemo n2:Paku_Alam_V n2:1841 n2:Paku_Alam_III n13:Adipati_Paku_Alam n2:Banyumas n2:Kartini
n8:wikiPageExternalLink
n9:htm
n5:depiction
n15:jpg
n8:thumbnail
n10:jpg
n14:pendahulu
n2:Paku_Alam_III
n14:jabatan
n2:Pangeran_Paku_Alam_di_Yogyakarta
n14:tahun
1864
n14:pengganti
n2:Paku_Alam_V
n8:abstract
RM Nataningrat dilahirkan 25 Oktober 1841 di Yogyakarta. Ia diperjuangkan GK Ratu Ayu permaisuri PA II untuk menjadi pewaris tahta. Di sini sekali lagi dapat dilihat peranan perempuan dalam mengatur pemerintahan di zaman kerajaan (bandingkan dengan pengaruh besar ibu Hamengkubuwono III dalam mendudukkan putranya dengan mendongkel kedudukan suaminya). Pada 1 Desember 1864 RM Nataningrat ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Surya Sasraningrat menggantikan almahrum pamannya. Masa pemerintahan beliau ditandai dengan kemunduran Kadipaten Pakualaman. Banyak dari kebijakan Surya Sasraningrat [Paku Alam IV] menimbulkan ketidakpuasan. Selain itu beliau tidak begitu mahir dalam hal kesusastraan dan kebudayaan. Di keluarga besar Paku Alam pun terjadi beberapa perubahan yang cenderung kurang baik akibat sering bergaul dengan orang-orang Belanda. Kemewahan dan foya-foya menjadi penyebab kehancuran beberapa anggota keluarga Paku Alam. Namun disamping itu, dengan perjanjian politik 1870, Kadipaten Pakualaman diperkenankan memiliki setengah batalyon infantri dan satu kompi kavaleri. Legiun ini lebih besar dari angkatan perang yang diperbolehkan pada masa para pendahulunya. Perlu ditambahkan pula, KGPA Surya Sasraningrat [Paku Alam IV] mengirim seorang pegawai laki-lakinya untuk menuntut ilmu di Kweekschool Surakarta dan seorang pegawai perempuannya untuk menuntut ilmu kebidanan di Jakarta. Agaknya inilah yang akan mendorong para Paku Alam selanjutnya untuk menyekolahkan anggota keluarga besar Paku Alam ke sekolah Belanda. KGPA Surya Sasraningrat [Paku Alam IV] menikah pertama kali dengan Putri Bupati Banyumas yang kemudian diceraikan karena sakit. Perkawinan yang kedua dengan GK Ratu Ayu putri Hamengkubuwono VI. Namun lagi-lagi seperti perkawinan yang pertama beliau tidak memperoleh anak. GK Ratu Ayu selanjutnya juga diceraikan. Perlu dicatat GK Ratu Ayu kemudian menikah dengan Bupati Demak dan melahirkan Bupati Jepara, ayah RA Kartini. KGPA Surya Sasraningrat [Paku Alam IV] hanya memiliki 2 putra-putri yang berasal dari selir. Pada 24 September 1878 beliau mangkat dan dimakamkan di Kota Gede Yogyakarta.
n6:wasDerivedFrom
n7:6613311
n5:isPrimaryTopicOf
n4:Paku_Alam_IV
Subject Item
n2:Paku_Alam_V
n8:wikiPageWikiLink
n2:Paku_Alam_IV
n14:pendahulu
n2:Paku_Alam_IV
Subject Item
n2:Paku_Alam
n8:wikiPageWikiLink
n2:Paku_Alam_IV
Subject Item
n2:Daftar_tokoh_Yogyakarta
n8:wikiPageWikiLink
n2:Paku_Alam_IV
Subject Item
n4:Paku_Alam_IV
n5:primaryTopic
n2:Paku_Alam_IV