This document contains 58 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n10http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n16http://www.w3.org/ns/prov#
n18http://schema.org/
n14http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c8/Gusti_Jamhar_Akbar.
n12http://www.w3.org/2002/07/owl#
n11http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n5http://id.dbpedia.org/property/
n9http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n6http://xmlns.com/foaf/0.1/
n7http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n15http://id.dbpedia.org/resource/Alalak_Selatan,_Banjarmasin_Utara,
n4http://id.dbpedia.org/resource/Melayu,_Banjarmasin_Tengah,
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
n13http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c8/Gusti_Jamhar_Akbar.jpg/200px-Gusti_Jamhar_Akbar.
n17http://id.wikipedia.org/wiki/Gusti_Jamhar_Akbar?oldid=
n8http://id.dbpedia.org/resource/Banjarmasin_Utara,
Subject Item
n2:Gusti_Jamhar_Akbar
rdf:type
n3:Artist n12:Thing n18:Person n3:Agent n3:Person n6:Person
n9:label
Gusti Jamhar Akbar
n9:comment
Gusti Jamhar Akbar adalah seniman Indonesia, khususnya dalam bidang seni bertutur, yakni Lamut. Dialah seniman yang sampai sekarang setia balamut (memainkan seni lamut). Jamhar menjadi pelamutan (orang yang menyampaikan cerita lamut) sejak umur 10 tahun. Ia menekuni kesenian ini selama 54 tahun. Kepandaian balamut dia dapatkan karena sejak kecil selalu diajak bapaknya bermain lamut. Dalam keluarga Jamhar, kesenian ini diwariskan secara turun-temurun. Dia adalah keturunan keempat.
n3:birthPlace
n2:Alalak n2:Indonesia
n10:subject
n11:Tokoh_Kalimantan_Selatan n11:Tokoh_Banjar n11:Seniman_Indonesia
n3:wikiPageID
523279
n3:wikiPageRevisionID
3319475
n3:wikiPageWikiLink
n4:_Banjarmasin n2:1982 n8:_Banjarmasin n2:Kabupaten_Hulu_Sungai_Utara n2:Tionghoa-Indonesia n2:Sungai_Barito n2:Lamut n11:Tokoh_Kalimantan_Selatan n2:Kalimantan_Selatan n2:Amuntai n2:Seniman n15:_Banjarmasin n2:Indonesia n2:Alalak n11:Tokoh_Banjar n11:Seniman_Indonesia n2:Pulau_Kembang n2:Radio_Republik_Indonesia n2:Banjarmasin
n6:name
Gusti Jamhar Akbar
n6:depiction
n14:jpg
n3:thumbnail
n13:jpg
n5:name
Gusti Jamhar Akbar
n5:spouse
Nur Asia
n5:birthplace
Alalak, Indonesia
n5:occupation
n2:Seniman
n5:children
Aminin Pansurna Nur Aina Mursalin Mahrita Ruwaida
n5:image
Gusti Jamhar Akbar.jpg
n5:parents
Gusti Ardiani Raden Rosmono
n5:othername
Kai Jamhar
n3:abstract
Gusti Jamhar Akbar adalah seniman Indonesia, khususnya dalam bidang seni bertutur, yakni Lamut. Dialah seniman yang sampai sekarang setia balamut (memainkan seni lamut). Jamhar menjadi pelamutan (orang yang menyampaikan cerita lamut) sejak umur 10 tahun. Ia menekuni kesenian ini selama 54 tahun. Kepandaian balamut dia dapatkan karena sejak kecil selalu diajak bapaknya bermain lamut. Dalam keluarga Jamhar, kesenian ini diwariskan secara turun-temurun. Dia adalah keturunan keempat. Pertama kesenian lamut dikuasai oleh datunya (buyut), Raden Ngabe Jayanegara dari Yogyakarta. Raden Ngabe belajar lamut saat menjadi utusan Kerajaan Banjar yang bertugas di Amuntai, kini ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Masa keemasan Jamhar mulai tahun 1960-an hingga 1985-an. Saat itu, setiap kali ia memainkan lamut, penonton berdesakan. Mereka tak beranjak semalam suntuk mendengarkan kisahnya. Pada masa itu hampir setiap malam ia diundang warga untuk balamut. Undangan tak hanya di Kalsel, tetapi dia berlamut sampai ke Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota di Kalimantan Tengah. Pada masa itu Jamhar hanya bisa istirahat pada malam jumat. Cerita lamut yang dibawakan Jamhar bisa dimainkan bersambung selama 27 malam. Cerita dia kembangkan berdasarkan perjalanan hidupnya. Belakangan ia hanya balamut untuk satu malam, selama sekitar lima jam. Dalam balamut, ia sisipkan pesan moral, kritik, dan saran. "Kini yang mengundang lamut sudah jarang, sebulan paling banyak tiga," tutur pelamutan yang pernah menerima honor Rp 1 juta setiap sekali main ini. Di Banjarmasin, selain Jamhar, Gusti Nafsiah yang tinggal di Kampung Melayu juga bermain teater tutur ini. Nafsiah pernah ikut dengan Jamhar sebelum bermain sendiri. Seni lamut bisa dikatakan bernasib malang karena kini di ambang punah. Satu per satu pelamutan meninggal dunia, sementara proses pewarisan dan regenerasi kesenian itu mandek. Seni berkisah itu juga semakin ditinggalkan karena generasi muda tak lagi tertarik memainkannya. Karena itulah, meski sudah tua, Jamhar terus memainkan lamut di Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin, setiap Jumat malam. Kegiatan ini ia jalani dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Jamhar juga balamut di Radio Nirwana, Banjarmasin, selama enam tahun. Jamhar mengibaratkan lamut sebagai anak tiri yang tersisihkan. Pada 1982 di Kalsel ada 112 pelamutan. Kala itu, Jamhar, yang berusia 40 tahun, termasuk pelamutan muda. Kini, tak ada organisasi atau lembaga yang peduli kepada lamut, apalagi membina munculnya pelamutan baru. Lamut semakin meredup seiring masuknya berbagai musik modern. "Lamut makin ditinggalkan orang setelah karaoke sampai ke desa-desa. Di Banjarmasin hanya saya dan Gusti Nafsiah. Salah satu anak saya masih malu memainkannya," ucapnya. "Hanya satu-dua jam saya balamut. Warga harus tahu lamut masih ada. Kesenian ini sangat berharga bagi Kalsel," kata Jamhar yang mendapat honor siaran Rp 350.000 per bulan.
n3:country
n2:Indonesia
n3:occupation
n2:Seniman
n16:wasDerivedFrom
n17:3319475
n6:isPrimaryTopicOf
n7:Gusti_Jamhar_Akbar
Subject Item
n2:Daftar_tokoh_Banjar
n3:wikiPageWikiLink
n2:Gusti_Jamhar_Akbar
Subject Item
n7:Gusti_Jamhar_Akbar
n6:primaryTopic
n2:Gusti_Jamhar_Akbar