This document contains 62 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n7http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n14http://www.dephub.go.id/knkt/ntsc_home/ntsc_news_2003.
n5http://www.w3.org/ns/prov#
n8http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n13http://www.ntsb.gov/recs/letters/2005/A05_19_20.
n4http://id.dbpedia.org/property/
n10http://xmlns.com/foaf/0.1/
n9http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n11http://id.wikipedia.org/wiki/
n12http://www.kompas.com/kompas-cetak/0201/18/UTAMA/kota01.
n3http://dbpedia.org/ontology/
n6http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Penerbangan_421?oldid=
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Daftar_kecelakaan_dan_insiden_pesawat_penumpang
n3:wikiPageWikiLink
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
Subject Item
n2:Garuda_Indonesia
n3:wikiPageWikiLink
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
Subject Item
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
n9:label
Garuda Indonesia Penerbangan 421
n9:comment
Pada 16 Januari 2002, sekitar 0920 UTC, Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan 421, sebuah Boeing 737-300 dengan registrasi PK-GWA menggunakan dua mesin turbofan CFM56-3B1, mengalami dual-engine flameout (power loss) dalam pendekatan menuju kota Yogyakarta di pulau Jawa, Indonesia. Setelah mencoba beberapa kali untuk menghidupkan mesin, kru pesawat melakukan pendaratan darurat di sungai Bengawan Solo dekat dengan kota Solo di pulau Jawa.
n7:subject
n8:Musibah_pesawat_terbang_di_Indonesia n8:Pendaratan_pesawat_penumpang_sipil_komersial_di_air n8:Musibah_pesawat_terbang_tahun_2002 n8:Kecelakaan_dan_insiden_Garuda_Indonesia n8:Indonesia_dalam_tahun_2002
n3:wikiPageID
149492
n3:wikiPageRevisionID
6770379
n3:wikiPageWikiLink
n2:CFM56-3B1 n2:DFDR n2:CVR n2:Bengawan_Solo n2:Bandar_Udara_Adisucipto n2:Boeing_737-300 n2:National_Transportation_Safety_Board n2:Bandar_Udara_Selaparang n8:Indonesia_dalam_tahun_2002 n2:Kota_Mataram n8:Kecelakaan_dan_insiden_Garuda_Indonesia n2:Kota_Yogyakarta n2:Daftar_kecelakaan_pesawat_penumpang n2:Lombok n8:Musibah_pesawat_terbang_tahun_2002 n2:Garuda_Indonesia n8:Musibah_pesawat_terbang_di_Indonesia n2:Yogyakarta n2:2002 n2:16_Januari n2:NOAA-12 n2:Komite_Nasional_Keselamatan_Transportasi n8:Pendaratan_pesawat_penumpang_sipil_komersial_di_air
n3:wikiPageExternalLink
n12:htm n13:pdf n14:htm
n4:name
Garuda Indonesia Penerbangan 421
n4:date
16
n4:type
Mesin mati
n4:origin
n2:Kota_Mataram n2:Bandar_Udara_Selaparang
n4:crew
6
n4:operator
n2:Garuda_Indonesia
n4:site
n2:Bengawan_Solo
n4:fatalities
1
n4:injuries
22
n4:aircraftType
n2:Boeing_737-300
n4:passengers
54
n4:survivors
59
n4:destination
n2:Bandar_Udara_Adisucipto n2:Kota_Yogyakarta
n4:tailNumber
PK-GWA
n4:occurrenceType
Kecelakaan
n3:abstract
Pada 16 Januari 2002, sekitar 0920 UTC, Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan 421, sebuah Boeing 737-300 dengan registrasi PK-GWA menggunakan dua mesin turbofan CFM56-3B1, mengalami dual-engine flameout (power loss) dalam pendekatan menuju kota Yogyakarta di pulau Jawa, Indonesia. Setelah mencoba beberapa kali untuk menghidupkan mesin, kru pesawat melakukan pendaratan darurat di sungai Bengawan Solo dekat dengan kota Solo di pulau Jawa. Dari total 60 orang di atas pesawat, satu awak kabin tewas dan 12 penumpang mengalami luka fatal dan 10 penumpang mengalami luka ringan. Garuda 421 terbang dari pulau Lombok di Indonesia sekitar pukul 08.00 UTC. Menurut informasi yang didapat selama penyelidikan, tinggal landas, climb dan cruise selama penerbangan dilaporkan cerah. Pilot melaporkan saat descent awal dari ketinggian (FL) 310 (kurang lebih 31,000 kaki), mereka memutuskan untuk mengambil rute lain karena mereka melihat ada nya badai dalam rute perjalanan yang sudah direncanakan. Badai ini terlihat dari radar cuaca di dalam pesawat. Analisis dari data penerbangan digital dan gambar yang diperoleh dari satelit NOAA-12 menunjukan bawa penerbangan telah memasuki badai sewwaktu kru pesawat memulai untuk mengubah rute dari rute normal menuju Yogyakarta. Data satelit menunjukan pesawat memasuki daerah dengan cuaca buruk sekitar 0918 UTC. Cuaca sangat buruk dan badai juga terakam dalam rekaman percakapan di dalam kokpit . Data dari pencitraan satelit, CVR dan DFDR serta pernyataan pilot menunjukan sebelum pesawat memasuki kawasan badai, pesawat menuju selatan dan terbang menuju ke celah anatara dua badai. Pilot melaporkan bahwa mereka mencoba terbang di celah antara dua badai yang dapat dilihat dari radar cuaca pesawat. Setelah 90 detik memasuki badai, kedua mesin pesawat mati, CVR dan DFDR berhenti merekam karena kehilangan listrik dari generator yang berada di kedua mesin pesawat. Pilot mencoba tiga kali menghidupkan kembali mesin pesawat namun gagal dan memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di sungai Bengawan Solo.
n5:wasDerivedFrom
n6:6770379
n10:isPrimaryTopicOf
n11:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
Subject Item
n2:Bengawan_Solo
n3:wikiPageWikiLink
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
Subject Item
n2:Daftar_kecelakaan_pesawat_penumpang_di_Indonesia
n3:wikiPageWikiLink
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
Subject Item
n2:Garuda_indonesia_penerbangan_421
n3:wikiPageWikiLink
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
n3:wikiPageRedirects
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
Subject Item
n11:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421
n10:primaryTopic
n2:Garuda_Indonesia_Penerbangan_421