This document contains 86 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n11http://id.wikipedia.org/wiki/G.J._Resink?oldid=
n7http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n12http://www.dbnl.org/tekst/_lib001195301_01/_lib001195301_01_0009.
n10http://www.w3.org/ns/prov#
n2http://id.dbpedia.org/resource/G.J.
n14http://id.dbpedia.org/resource/G.j.
n6http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n8http://xmlns.com/foaf/0.1/
n3http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n4http://dbpedia.org/ontology/
n13http://id.dbpedia.org/resource/'
n5http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
n9http://id.wikipedia.org/wiki/G.J.
Subject Item
n5:Daftar_tokoh_Yogyakarta
n4:wikiPageWikiLink
n2:_Resink
Subject Item
n2:_Resink
n3:label
G.J. Resink
n3:comment
Gertrudes Johannes "Han" Resink adalah penyair, eseis dan sarjana Indonesia. Resink berasal dari keluarga berketurunan Indo. Orang tuanya membawa kumpulan seni Indonesia di rumahnya, dan ibunya sering dimintai sahabat-sahabatnya yang kaya untuk memperlihatkannya. Pendapatan dari situ digunakan untuk membiayai sekolah-sekolah wanita.
n7:subject
n6:Sastrawan_Indonesia n6:Tokoh_Yogyakarta n6:Tokoh_dari_Kota_Yogyakarta n6:Eropa-Indonesia
n4:wikiPageID
541876
n4:wikiPageRevisionID
6637849
n4:wikiPageWikiLink
n5:April n6:Eropa-Indonesia n5:Februari n5:Warganegara n5:1981 n5:2001 n5:Desember n5:Januari n5:1980 n5:Claude-Achille_Debussy n5:Perang_Dunia_II n5:Soneta n5:Pemerintah_Republik_Indonesia n5:Eseis n5:Charles_Pierre_Baudelaire n5:1975 n5:Indonesia n5:Paul_Marie_Verlaine n5:Multatuli n5:Guru_besar n5:1987 n5:Kota_Yogyakarta n5:Arthur_Rimbaud n5:1950 n5:1968 n5:2004 n5:Joseph_Conrad n5:Bahasa_Indonesia n5:Penyair n5:De_Gids n5:1972 n5:2003 n5:Bert_Paasman n5:Syair n5:Pieter_Jozias_Verkruijsse n5:Belanda n5:Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta n5:Johan_Andreas_Dèr_Mouw n5:Hendrik_de_Vries n6:Tokoh_dari_Kota_Yogyakarta n5:Jacques_Fabrice_Herman_Perk n5:Amsterdam n5:Willem_Kloos n5:Sarjana n5:Quatrain n5:Tachtigers n13:s-Gravenhage n5:1998 n6:Tokoh_Yogyakarta n6:Sastrawan_Indonesia n5:Michiel_van_Kempen n5:Piet_Verkruijsse n5:Leiden n5:1947 n5:1960 n5:Esai n5:Museum_Sonobudoyo n5:Maret n5:Eropa n5:1978 n5:1976 n5:1985 n5:KITLV n5:Rob_Nieuwenhuys n5:Bahasa_Perancis n5:Sastra_Belanda n5:1963
n4:wikiPageExternalLink
n12:htm
n4:abstract
Gertrudes Johannes "Han" Resink adalah penyair, eseis dan sarjana Indonesia. Resink berasal dari keluarga berketurunan Indo. Orang tuanya membawa kumpulan seni Indonesia di rumahnya, dan ibunya sering dimintai sahabat-sahabatnya yang kaya untuk memperlihatkannya. Pendapatan dari situ digunakan untuk membiayai sekolah-sekolah wanita. Menjelang Perang Dunia II, Resink aktif di Stuw-groep, suatu organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Hindia-Belanda dan pembentukan negara konstitusional yang demokratis dengan tetap menjaga hubungan dengan Belanda. Resink menerbitkan karya-karyanya di De Fakkel, Oriëntatie, Indonesië dan Ons Erfdeel. Pada tahun 1950, Resink menjadi warganegara Indonesia dan antara tahun 1947-1976 menjadi guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sampai akhir hayatnya, ia tinggal di Jakarta. Dalam sastra Belanda, Resink menduduki posisi yang unik. Ia merupakan satu-satunya orang di dunia sastra Eropa yang memasukkan napas kehidupan Indonesia. Sehingga, seperti yang dikemukakan oleh Rob Nieuwenhuys, sajak-sajak Resink mengandung kekuatan magis, tidak impresif, namun penuh akan kepercayaan lama dalam budaya di mana ia tinggal. Sekumpulan syair bahasa Belanda pertama kali muncul dengan judul Op de breuklijn, kemudian diperpanjang dalam karyanya Kreeft en Steenbok. Pada tahun 1981 Trans-cultureel terbit. Kebanyakan karyanya mengambil bentuk yang biasa digunakan di Eropa seperti quatrain dan soneta, seringkali dengan permainan kata yang mengejutkan. Semuanya menyempurnakan syair Paul Marie Verlaine dan Charles Pierre Baudelaire. Steyaert menunjukkan bagaimana Resink juga membangun asas-asas Tachtigers, dan memperlihatkan maksud karya-karyanya melalui perbandingan pada karya-karya Jacques Fabrice Herman Perk, Willem Kloos dan Johan Andreas Dèr Mouw. Sejumlah syair Resink sudah diterjemahkan ke bahasa Perancis dan Indonesia. Resink menerbitkan berbagai esai mengenai Joseph Conrad yang wajah spiritual dan budayanya berhadapan dengan karya-karya Arthur Rimbaud, Claude-Achille Debussy dan Multatuli. Studi sejarah hukumnya diterbitkan dalam buku Indonesia's History between the Myths. Dalam karyanya itu, ia menolak mitos 4 abad Pax Neerlandica. Seluruh karya Resink dihibahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan sekarang ada di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
n10:wasDerivedFrom
n11:6637849
n8:isPrimaryTopicOf
n9:_Resink
Subject Item
n5:Lucien_Adam
n4:wikiPageWikiLink
n2:_Resink
Subject Item
n5:Gertrudes_Johannes_Resink
n4:wikiPageWikiLink
n2:_Resink
n4:wikiPageRedirects
n2:_Resink
Subject Item
n14:_resink
n4:wikiPageWikiLink
n2:_Resink
n4:wikiPageRedirects
n2:_Resink
Subject Item
n9:_Resink
n8:primaryTopic
n2:_Resink