This document contains 49 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n10http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n8http://www.w3.org/ns/prov#
n5http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0d/Ludwig_Wittgenstein_1910_head.
n9http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_analitik?oldid=
n14http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Ludwig_Wittgenstein_1910_head.
n7http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n6http://id.dbpedia.org/property/
n11http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n4http://xmlns.com/foaf/0.1/
n13http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n12http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0d/Ludwig_Wittgenstein_1910_head.png/200px-Ludwig_Wittgenstein_1910_head.
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Filsafat_analitik
n11:label
Filsafat analitik
n11:comment
Filsafat analitik adalah aliran filsafat yang muncul dari kelompok filsuf yang menyebut dirinya lingkaran Wina. Filsafat analitik lingkaran Wina itu berkembang dari Jerman hingga ke luar, yaitu Polandia dan Inggris. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi filsafat analitik memang mirip dengan filsafat sains. Di Inggris misalnya, gerakan Filsafat analitik ini sangat dominan dalam bidang bahasa.
n10:subject
n7:Filsafat n7:Bahasa
n3:wikiPageID
710341
n3:wikiPageRevisionID
6630436
n3:wikiPageWikiLink
n2:Amerika_Serikat n2:Ludwig_Wittgenstein n7:Filsafat n2:Rasionalisme n2:Bertrand_Russell n2:Inggris n2:Bahasa n2:George_Edward_Moore n2:Francis_Bacon n2:Filsafat_sains n2:Jerman n2:Wina n2:Empirisisme n2:Polandia n2:Rusia n2:Georg_Wilhelm_Friedrich_Hegel n2:Rene_Descartes n2:Metafisika n2:Charlesworth n2:Eropa n2:Hegel n2:Prancis n2:John_Locke n2:Thomas_Hobbes n7:Bahasa n14:png n2:Imanuel_Kanti
n4:depiction
n5:png
n3:thumbnail
n12:png
n3:abstract
Filsafat analitik adalah aliran filsafat yang muncul dari kelompok filsuf yang menyebut dirinya lingkaran Wina. Filsafat analitik lingkaran Wina itu berkembang dari Jerman hingga ke luar, yaitu Polandia dan Inggris. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi filsafat analitik memang mirip dengan filsafat sains. Di Inggris misalnya, gerakan Filsafat analitik ini sangat dominan dalam bidang bahasa. Kemunculannya merupakan reaksi keras terhadap pengikut Hegel yang mengusung [idealisme idealisme]] total. Dari pemikirannya, filsafat analitik merupakan pengaruh dari rasionalisme Prancis, empirisisme Inggris dan kritisisme Kant. Selain itu berkat empirisme John Locke pada abad 17 mengenai empirisisme, yang merupakan penyatuan antara empirisisme Francis Bacon, Thomas Hobbes dan rasionalisme Rene Descartes. Teori Locke adalah bahwa rasio selalu dipengaruhi atau didahului oleh pengalaman. Setelah membentuk ilmu pengetahuan, maka akal budi menjadi pasif. Pengaruh ini kemudian merambat ke dunia filsafat Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman dan wilayah Eropa lainnya. Setelah era idealisme dunia Barat yang berpuncak pada Hegel, maka George Edward Moore (1873-1958), seorang tokoh dari Universitas Cambridge mengobarkan anti Hegelian. Bagi Moore, filsafat Hegel tidak memiliki dasar logika, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akal sehat. Kemudian pengaruhnya menggantikan Hegelian, yang sangat terkenal dengan Filsafat bahasa, filsafat analitik atau analisis logik. Tokoh yang mengembangkan filsafat ini adalah Bertrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Mereka mengadakan analisis bahasa untuk memulihkan penggunaan bahasa untuk memecahkan kesalahpahaman yang dilakukan oleh filsafat terhadap logika bahasa. Hal inilah yang ditekankan oleh Charlesworth. Penekanan lain oleh Wittgenstein adalah makna kata atau kalimat amat ditentukan oleh penggunaan dalam bahasa, bukan oleh logika.
n8:wasDerivedFrom
n9:6630436
n4:isPrimaryTopicOf
n13:Filsafat_analitik
Subject Item
n2:Bertrand_Russell
n3:wikiPageWikiLink
n2:Filsafat_analitik
n6:schoolTradition
n2:Filsafat_analitik
Subject Item
n2:John_Rawls
n3:wikiPageWikiLink
n2:Filsafat_analitik
n6:schoolTradition
n2:Filsafat_analitik
Subject Item
n2:Philippa_Foot
n3:wikiPageWikiLink
n2:Filsafat_analitik
n6:schoolTradition
n2:Filsafat_analitik
Subject Item
n2:Filsafat_Barat
n3:wikiPageWikiLink
n2:Filsafat_analitik
Subject Item
n2:Amerika_Serikat
n3:wikiPageWikiLink
n2:Filsafat_analitik
Subject Item
n2:Willard_Van_Orman_Quine
n3:wikiPageWikiLink
n2:Filsafat_analitik
n6:schoolTradition
n2:Filsafat_analitik
Subject Item
n13:Filsafat_analitik
n4:primaryTopic
n2:Filsafat_analitik