This document contains 27 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n7http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n4http://www.w3.org/ns/prov#
n8http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n9http://xmlns.com/foaf/0.1/
n6http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n10http://id.wikipedia.org/wiki/
n5http://id.wikipedia.org/wiki/Empu_Supa_Madrangki?oldid=
n3http://dbpedia.org/ontology/
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Empu_Supa_Madrangki
n6:label
Empu Supa Madrangki
n6:comment
Mpu Supa Madrangki adalah suami dari Dewi Rasawulan, adik Sunan Kalijaga. Ia adalah Empu (Ahli keris) kerajaan Majapahit yang hidup di sekitar abad ke 15. Karya karyanya yang termasyhur antara lain Keris Kyai Nagasasra, Kyai Sengkelat dan Kyai Carubuk. Sebelum menikah dengan Dewi Rasawulan, Mpu Supa beragama Hindu kemudian memeluk agama Islam setelah berdialog dengan Sunan Kalijaga.
n7:subject
n8:Tokoh_Jawa
n3:wikiPageID
193684
n3:wikiPageRevisionID
5524442
n3:wikiPageWikiLink
n2:Islam n2:Merah n2:Shalat n2:Sunan_Kalijaga n2:Golok n2:Kyai_Sengkelat n2:Belati n2:Kyai_Carubuk n2:Kambing n2:Kemiri n2:Majapahit n8:Tokoh_Jawa n2:Asam_jawa n2:Hindu
n3:abstract
Mpu Supa Madrangki adalah suami dari Dewi Rasawulan, adik Sunan Kalijaga. Ia adalah Empu (Ahli keris) kerajaan Majapahit yang hidup di sekitar abad ke 15. Karya karyanya yang termasyhur antara lain Keris Kyai Nagasasra, Kyai Sengkelat dan Kyai Carubuk. Sebelum menikah dengan Dewi Rasawulan, Mpu Supa beragama Hindu kemudian memeluk agama Islam setelah berdialog dengan Sunan Kalijaga. Dalam satu legenda dikisahkan Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu oleh beliau diberikan calon besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa. Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Empu Supa sedikit terkejut. Ia berkata besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya dan tidak yakin apakah cukup untuk dibuat keris. Lalu Sunan Kalijaga berkata kalau besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung. Karena ampuh perkataan Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi menjelma sebesar gunung. Ringkas cerita, besipun kemudian dikerjakan. Tidak lama, jadilah keris, kemudian diserahkan kepada Sunan Kalijaga. Akan tetapi anehnya begitu melihat bentuknya, seketika juga Sunan Kalijaga menjadi kaget, sampai beberapa saat tidak dapat berbicara karena kagum dan tersentuh perasaannya, karena hasil kejadian keris itu berbeda jauh sekali dengan yang dimaksudkan. Maksud semula untuk dijadikan pegangan lebai, ternyata yang dihasilkan keris Jawa (baca Nusantara) asli Majapahit, luk tujuhbelas. Karena berwarna kemerahan, keris itu dinamakan Kyai Sengkelat sedangkan jumlah luknya yang tujuhbelas melambangkan jumlah rakaat shalat lima waktu. Lalu Empu Supa diberi lagi besi yang ukurannya sebesar kemiri. Setelah dikerjakan, jadilah sebilah keris mirip pedang suduk. Begitu mengetahui wujud keris yang dihasilkann, sunan Kalijaga sangat senang hatinya dan dinamakan Kyai Carubuk.
n4:wasDerivedFrom
n5:5524442
n9:isPrimaryTopicOf
n10:Empu_Supa_Madrangki
Subject Item
n2:Mpu_Supa_Madrangki
n3:wikiPageWikiLink
n2:Empu_Supa_Madrangki
n3:wikiPageRedirects
n2:Empu_Supa_Madrangki
Subject Item
n2:Empu_supa_madrangki
n3:wikiPageWikiLink
n2:Empu_Supa_Madrangki
n3:wikiPageRedirects
n2:Empu_Supa_Madrangki
Subject Item
n10:Empu_Supa_Madrangki
n9:primaryTopic
n2:Empu_Supa_Madrangki