This document contains 30 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n13http://www.newadvent.org/cathen/13060a.
n15http://id.wikipedia.org/wiki/Cincin_Nelayan?oldid=
n11http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n14http://www.w3.org/ns/prov#
n10http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/53/Fisherring.
n5http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/53/Fisherring.jpg/200px-Fisherring.
n12http://www.newadvent.org/cathen/03052b.
n4http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n9http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n7http://xmlns.com/foaf/0.1/
n8http://id.wikipedia.org/wiki/
n6http://id.dbpedia.org/resource/Berkas:Fisherring.
n3http://dbpedia.org/ontology/
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Cincin_Nelayan
n9:label
Cincin Nelayan
n9:comment
Cincin Nelayan, juga dikenal sebagai Cincin Piskatori atau Pescatorio, adalah sebuah bagian resmi dari perlengkapan Sri Paus yang digunakan oleh Paus, yang dipercaya oleh Gereja Katolik (dimana ia adalah pemimpinnya) sebagai penerus gerejawi dari Santo Petrus, yang adalah seorang nelayan lewat perdagangan. Cincin ini memiliki ukiran gambar Santo Petrus sedang menjala ikan dari sebuah kapal - sebuah simbolisme yang berasal dari tradisi bahwa para rasul adalah "penjala manusia" .
n11:subject
n4:Cincin n4:Perlengkapan_Paus n4:Istilah_dalam_Gereja_Katolik_Roma
n3:wikiPageID
303341
n3:wikiPageRevisionID
6665159
n3:wikiPageWikiLink
n4:Cincin n4:Perlengkapan_Paus n6:jpg n2:Bulla_kepausan n2:Paus_Klemens_IV n2:Abad_Pertengahan n2:Sede_vacante n4:Istilah_dalam_Gereja_Katolik_Roma n2:Santo_Petrus n2:Dewan_Kardinal n2:Penobatan_Paus n2:Bahasa_Italia n2:Camerlengo
n3:wikiPageExternalLink
n12:htm n13:htm
n7:depiction
n10:jpg
n3:thumbnail
n5:jpg
n3:abstract
Cincin Nelayan, juga dikenal sebagai Cincin Piskatori atau Pescatorio, adalah sebuah bagian resmi dari perlengkapan Sri Paus yang digunakan oleh Paus, yang dipercaya oleh Gereja Katolik (dimana ia adalah pemimpinnya) sebagai penerus gerejawi dari Santo Petrus, yang adalah seorang nelayan lewat perdagangan. Cincin ini memiliki ukiran gambar Santo Petrus sedang menjala ikan dari sebuah kapal - sebuah simbolisme yang berasal dari tradisi bahwa para rasul adalah "penjala manusia" . Cincin Nelayan ini adalah sebuah signet (cincin untuk stempel di gumpalan lilin) yang digunakan hingga tahun 1842 untuk menaruh cap pada dokumen resmi yang ditanda-tangani oleh Sri Paus. Sebuah cincin baru dicetak dari emas untuk tiap paus. Di sekeliling gambar ukirannya terdapat nama Latin Sri Paus yang berkuasa yang dicetak dalam huruf-huruf timbul. Selama upacara Penobatan Sri Paus atau Pentahbisan Sri Paus, kepala Dewan Kardinal menyelipkan cincin tersebut ke jari ketiga dari tangan kanan paus yang baru. Saat Sri Paus meninggal dunia, cincin tersebut dihancurkan dalam sebuah upacara oleh Camerlengo di hadapan para kardinal lainnya untuk menghindari keluarnya dokumen palsu dengan tanggal sebelum wafatnya Sri Paus selama masa jeda kekuasaan atau sede vacante. Sebuah surat yang ditulis oleh Paus Klemens IV kepada keponakannya Peter Grossi pada tahun 1265 mencantumkan penyebutan Cincin Nelayan ini yang merupakan fakta tertua yang ada, digunakan untuk menyegel semua korespondensi pribadi dengan cara menekan cincin tersebut ke lilin segel merah yang diteteskan di atas secarik kertas yang dilipat atau sebuah amplop. Sementara untuk dokumen-dokumen publik disahkan dengan cara menekan segel kepausan ke tetesan logam cair (Lead) di atas dokumen tersebut. Dokumen-dokumen semacam ini secara historis dikenal sebagai Bulla kepausan, nama yang diambil dari sebutan untuk merujuk pada gumpalan segel logam cair. Penggunaan Cincin Nelayan berubah selama abad ke-15 ketika cincin itu digunakan untuk mensahkan dokumen-dokumen resmi yang disebut Breve kepausan. Kebiasaan ini berakhir pada tahun 1842 ketika lilin dengan lapisan sutranya dan cetakan cincin digantikan oleh sebuah stempel yang dibubuhkan ke dalam tinta merah. Sepanjang berabad-abad, Cincin Nelayan tidak dikenal karena kepraktisan penggunaannya, namun karena simbolisme feodalismenya. Meminjam dari tradisi yang dikembangkan oleh para monarki di Abad Pertengahan, para pengikut dan umat menunjukkan rasa hormat mereka kepada Sri Paus yang berkuasa dengan cara berlutut menghadap kakinya dan mencium Cincin Nelayan. Tradisi ini berlanjut hingga hari ini.
n14:wasDerivedFrom
n15:6665159
n7:isPrimaryTopicOf
n8:Cincin_Nelayan
Subject Item
n2:Cincin_nelayan
n3:wikiPageWikiLink
n2:Cincin_Nelayan
n3:wikiPageRedirects
n2:Cincin_Nelayan
Subject Item
n8:Cincin_Nelayan
n7:primaryTopic
n2:Cincin_Nelayan