This document contains 30 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n6http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n10http://www.w3.org/ns/prov#
n5http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n7http://xmlns.com/foaf/0.1/
n4http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n8http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n9http://www.johannes-wier.nl/main.php?op=news&id=
n2http://id.dbpedia.org/resource/
n11http://id.wikipedia.org/wiki/Barend_Abraham_Jacob_Cohen?oldid=
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Daftar_tokoh_Surabaya
n3:wikiPageWikiLink
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
Subject Item
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
n4:label
Barend Abraham Jacob Cohen
n4:comment
Barend Abraham Jacob Cohen adalah seorang dokter forensik Belanda keturunan Yahudi dan bapak pendidikan kedokteran forensik di Belanda. Ia juga aktif di bidang hak asasi manusia. Dalam tahun-tahun pertama hidupnya, ia hidup di kamp konsentrasi Jepang. Hal inilah - seperti yang dikatakan isterinya Nelleke - yang membentuk dasar antusiasme yang besar di bidang hak asasi manusia. Pada tahun 1970-an, ia kaget karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman para dokter di Belanda tentang otopsi.
n6:subject
n5:Tokoh_Belanda n5:Yahudi-Belanda n5:Tokoh_dari_Surabaya
n3:wikiPageID
475347
n3:wikiPageRevisionID
6815840
n3:wikiPageWikiLink
n2:1970-an n2:Kamp_konsentrasi_Jepang n2:Belanda n5:Tokoh_dari_Surabaya n5:Yahudi-Belanda n2:Indonesia n2:Otopsi n5:Tokoh_Belanda n2:Yahudi n2:Kota_Surabaya n2:Rwanda n2:Yugoslavia n2:Kedokteran_kehakiman
n3:wikiPageExternalLink
n9:273
n3:abstract
Barend Abraham Jacob Cohen adalah seorang dokter forensik Belanda keturunan Yahudi dan bapak pendidikan kedokteran forensik di Belanda. Ia juga aktif di bidang hak asasi manusia. Dalam tahun-tahun pertama hidupnya, ia hidup di kamp konsentrasi Jepang. Hal inilah - seperti yang dikatakan isterinya Nelleke - yang membentuk dasar antusiasme yang besar di bidang hak asasi manusia. Pada tahun 1970-an, ia kaget karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman para dokter di Belanda tentang otopsi. Hal ini menyebabkan kematian tak wajar yang sering diabaikan. Cohen menulis banyak buku untuk bidang ini. Ia juga banyak melakukan kerja lapangan di Rwanda dan bekas Yugoslavia. Ia juga memberi kursus kedokteran kehakiman di Indonesia.
n10:wasDerivedFrom
n11:6815840
n7:isPrimaryTopicOf
n8:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
Subject Item
n2:Barend_Cohen
n3:wikiPageWikiLink
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
n3:wikiPageRedirects
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
Subject Item
n2:Barend_abraham_jacob_cohen
n3:wikiPageWikiLink
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
n3:wikiPageRedirects
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
Subject Item
n8:Barend_Abraham_Jacob_Cohen
n7:primaryTopic
n2:Barend_Abraham_Jacob_Cohen