This document contains 52 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n10http://id.wikipedia.org/wiki/Anti-Paus_Ursinus?oldid=
n4http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n9http://www.w3.org/ns/prov#
n5http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n7http://xmlns.com/foaf/0.1/
n6http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n8http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n11http://www.ccel.org/ccel/wace/biodict.Ursinus_2.
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Anti-Paus
n3:wikiPageWikiLink
n2:Anti-Paus_Ursinus
Subject Item
n2:Anti-Paus_Ursinus
n6:label
Anti-Paus Ursinus
n6:comment
Ursinus terpilih sebagai Paus dalam sebuah pemilihan yang sangat sengit pada tahun 366 sebagai lawan dari Paus Damasus I. Ia menjabat di Roma selama beberapa bulan selama tahun 366 hingga 367, kemudian dinyatakan sebagai Anti-Paus, dan meninggal pada tahun 381. Katika Paus Liberius dibuang oleh kekaisaran Romawi pada tahun 355, Anti-Paus Feliks II ditunjuk kekaisaran sebagai penggantinya. Setelah kematian sang Kaisar, Liberius bertahta kembali dan Feliks terusir dari Roma.
n4:subject
n5:Kekristenan_Romawi_Kuno n5:Anti-Paus n5:Kematian_381
n3:wikiPageID
114163
n3:wikiPageRevisionID
6608152
n3:wikiPageWikiLink
n2:Arianisme n2:Konsili n2:Paus_Liberius n2:Roma n2:366 n2:367 n2:Konstantius_II n2:Awam n2:Ammianus_Marcellinus n2:Diakon n2:Bangsawan n2:502 n5:Kematian_381 n2:381 n2:Anti-Paus n2:378 n5:Kekristenan_Romawi_Kuno n2:Arian n2:Abad_ke-4 n2:Paus_Damasus_I n2:Rufinus n2:Santo_Ambrosia n2:Klerus n5:Anti-Paus n2:Paus_Symnakus n2:Hieronimus n2:Milan n2:Galia n2:Gereja_Katolik_Roma n2:355 n2:Anti-Paus_Feliks_II n2:Kaisar_Romawi n2:Keuskupan n2:Episkopal n2:24_September
n3:wikiPageExternalLink
n11:html
n3:abstract
Ursinus terpilih sebagai Paus dalam sebuah pemilihan yang sangat sengit pada tahun 366 sebagai lawan dari Paus Damasus I. Ia menjabat di Roma selama beberapa bulan selama tahun 366 hingga 367, kemudian dinyatakan sebagai Anti-Paus, dan meninggal pada tahun 381. Katika Paus Liberius dibuang oleh kekaisaran Romawi pada tahun 355, Anti-Paus Feliks II ditunjuk kekaisaran sebagai penggantinya. Setelah kematian sang Kaisar, Liberius bertahta kembali dan Feliks terusir dari Roma. Namun demikian, para rival Liberius tetap terus menentangnya di Roma. Liberius meninggal pada 24 September 366. Di Gereja Katolik pada mulanya, Uskup Roma dipilih dengan cara yang sama dengan di keuskupan lainnya, yakni para klerus bersama-sama dengan umat di keuskupan tersebut, memilih uskup baru dengan dihadiri oleh uskup-uskup lainnya di propinsi yang sama. Cara ini adalah cara yang sederhana di komunitas Kristen kecil pada saat itu yang disatukan karena penganiayaan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kongregasi Kristen di Roma semakin bertumbuh kembang, pemilihan uskup yang baru sangat diwarnai oleh perpecahan-perpecahan. Persaingan dan perselisihan antar golongan tertentu, antara kandidat dari kaum bangsawan dan awam mengganggu beberapa pemilihan episkopal (keuskupan). Pada saat yang sama, kaisar-kaisar abad ke-4 turut campur dalam menyetujui Paus yang terpilih. Pendukung kelas atas dari Feliks mendukung pemilihan Paus Damasus I, tetapi para pendukung Liberius, para diakon dan awam, mendukung Ursinus. Keduanya terpilih secara bersama-sama, dalam atmosfer huru-hara. Para pendukung masing-masing kandidat telah berbentrokan di awal Oktober. Akibat kekerasan dan pertumpahan darah itu, pemilihan kedua praefeti dibatalkan untuk meneduhkan keadaan. Dan setelah penundaan sejenak, ketika mereka sedang dibawa ke pinggiran dan terjadi pembunuhan masal atas 137 orang terjadi di Basilika Sisininus (sebagaimana tercatat dalam Ammianus Marcellinus), prefek kota Roma membuang Ursinus ke Galia. Terjadi kekerasan lagi ketika ia kembali, yang berlanjut dengan pembuangan Ursinus kembali. Sejarawan Gereja, seperti Hieronimus dan Rufinus, menerima peranan Damasus. Dalam sebuah konsili pada tahun 378, Ursinus dikutuk dan Damasus dibebaskan dari segala tuduhan dan dinyatakan sebagai Paus yang sah. Sang Anti-Paus terus mengganggu Damasus selama beberapa tahun, tetapi tidak berhasil kembali ke tahta kepausan setelah Damasus meninggal. Ursinus merupakan salah satu dari kelompok Arian di Milan menurut Santo Ambrosia (Surat iv). Sebuah dekrit dari Paus Symnakus pada tahun 502 menyatakan bahwa kaum awam tidak lagi dapat memilih Paus dan hanya kaum klerus berpangkat tinggi yang dapat memenuhi syarat untuk memilih.
n9:wasDerivedFrom
n10:6608152
n7:isPrimaryTopicOf
n8:Anti-Paus_Ursinus
Subject Item
n2:Anti-paus_ursinus
n3:wikiPageWikiLink
n2:Anti-Paus_Ursinus
n3:wikiPageRedirects
n2:Anti-Paus_Ursinus
Subject Item
n2:Ursinus
n3:wikiPageWikiLink
n2:Anti-Paus_Ursinus
n3:wikiPageRedirects
n2:Anti-Paus_Ursinus
Subject Item
n8:Anti-Paus_Ursinus
n7:primaryTopic
n2:Anti-Paus_Ursinus