This document contains 18 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n10http://purl.org/dc/terms/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n8http://www.w3.org/ns/prov#
n9http://id.wikipedia.org/wiki/Alit_Sembodo?oldid=
n4http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n7http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n5http://xmlns.com/foaf/0.1/
n6http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
Subject Item
n2:Alit_Sembodo
n7:label
Alit Sembodo
n7:comment
Amir Urip Alit Sembodo adalah seorang pelukis muda Indonesia yang dikenal sebagai komikus dan gaya lukisannya yang khas dalam merefleksikan awal pemusnahan manusia, ketidakberaturan (chaos), dan akhir dunia (endism). Sebagai seniman kontemporer, karya-karya Alit telah banyak dimiliki oleh kolektor Taiwan, Singapura, dan beberapa negara Eropa.
n10:subject
n4:Pelukis_Indonesia
n3:wikiPageID
1116794
n3:wikiPageRevisionID
6786136
n3:wikiPageWikiLink
n4:Pelukis_Indonesia n2:Magelang n2:Institut_Seni_Indonesia n2:Ilustrasi n2:Kurator n2:Komik n2:Karikatur n2:Yogyakarta n2:Seni_rupa
n3:abstract
Amir Urip Alit Sembodo adalah seorang pelukis muda Indonesia yang dikenal sebagai komikus dan gaya lukisannya yang khas dalam merefleksikan awal pemusnahan manusia, ketidakberaturan (chaos), dan akhir dunia (endism). Sebagai seniman kontemporer, karya-karya Alit telah banyak dimiliki oleh kolektor Taiwan, Singapura, dan beberapa negara Eropa. Dilahirkan di Magelang, Jawa Tengah, pada 10 Agustus 1975, anak bungsu dari pasangan Oemar Tribani dan Ninik Winarna Winarni ini dikenal sebagai sosok yang pendiam, namun kreatif. Alit menuntut ilmu di Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta pada tahun 1995 bersama dengan beberapa pelukis lain seperti Azhar Horo, I Nyoman Triarta AP, dan Alex Danny Santosa. Pada 4 Januari 2000, Alit menjadi salah satu dari tujuh seniman yang karyanya dipamerkan di Galeri Gelaran Budaya dengan tema "Shifting Point: The Celebration to an Indefference". Karakter di dalam komik buatan Alit sama dengan karakter pada lukisannya seri Barathayudha, yaitu tokoh-tokoh pewayangan yang diselipkan dengan tokoh kontemporer. Dalam melukis, dia banyak menggunakan pensil, tinta, dan akrilik di atas kanvas. Bidang lukisannya selalu diisi penuh, sesak dengan tokoh-tokoh dan memiliki cerita utuh yang dapat dibaca dari berbagai sudut bidang. Salah satu kelebihan Alit sebagai pelukis adalah kemampuannya menggunakan tinta Cina dengan sistem kering dan efek yang mirip pensil. Penggunaan media ini juga dimanfaatkan Alit untuk membuat komiknya yang dibeli oleh cukup banyak kurator. Lukisan alit termasuk sederhana dalam hal pewarnaan, namun yang menarik dari karyanya adalah goresan rumit di setiap objek yana digambar. Alit meninggal pada usia 28 tahun di Magelang pada tanggal 4 Agustus 2003 dengan cara menggantung diri di kamar orang tuanya.
n8:wasDerivedFrom
n9:6786136
n5:isPrimaryTopicOf
n6:Alit_Sembodo
Subject Item
n6:Alit_Sembodo
n5:primaryTopic
n2:Alit_Sembodo