This document contains 38 facts in HTML Microdata format.

A generic web browser may not display them properly but the document can be saved on disk and used by some appropriate program or sent to a third party. Use "Save As" or "Send To" menu item of the browser; choose "HTML" file type, not "text file" or "web archive".

The rest of the document may look like garbage for humans or not displayed by the browser.

PrefixNamespace IRI
n11http://www.catholic-hierarchy.org/event/c2013.
n10http://purl.org/dc/terms/
n8http://www.tribunnews.com/2013/02/12/
xsdhhttp://www.w3.org/2001/XMLSchema#
n12http://www.w3.org/ns/prov#
n6http://id.dbpedia.org/resource/Kategori:
n7http://www.w3.org/2000/01/rdf-schema#
n4http://xmlns.com/foaf/0.1/
n5http://id.wikipedia.org/wiki/
n3http://dbpedia.org/ontology/
n13http://id.wikipedia.org/wiki/Abdikasi_Paus?oldid=
n2http://id.dbpedia.org/resource/
rdfhttp://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#
n9http://www.newadvent.org/cathen/01031a.
Subject Item
n2:Abdikasi_Paus
n7:label
Abdikasi Paus
n7:comment
Abdikasi Paus terjadi di dalam Gereja Katolik ketika Sri Paus mengundurkan diri dari jabatannya. Pada tahun 1294, Paus Selestinus V mengumumkan secara resmi sebuah hukum kanon yang secara jelas melahirkan hak untuk mengundurkan diri dari jabatan Paus, dan mengambil sendiri keputusan tersebut setelah hanya menduduki jabatannya selama lima bulan.
n10:subject
n6:Tahta_Suci
n3:wikiPageID
330698
n3:wikiPageRevisionID
6603136
n3:wikiPageWikiLink
n2:Paus_Benediktus_IX n2:Dewan_Kardinal n2:Perang_Dunia_II n2:Paus_Pius_XII n2:Sede_vacante n2:Paus_Yohanes_Paulus_II n2:Anti-Paus_Benediktus_XIII n2:Paus_Gregorius_VI n6:Tahta_Suci n2:Kuria_Romawi n2:Kardinal n2:Paus_Selestinus_V n2:Paus_Gregorius_XII n2:Gereja_Katolik n2:Paus_Liberius n2:Gereja_Katolik_Roma n2:Anti-Paus_Yohanes_XXIII n2:Konklaf n2:Polandia n2:Paus_Marcellinus
n3:wikiPageExternalLink
n8:yohanes-paulus-ii-juga-pernah-siapkan-surat-pengunduran-diri n9:htm n11:html
n3:abstract
Abdikasi Paus terjadi di dalam Gereja Katolik ketika Sri Paus mengundurkan diri dari jabatannya. Pada tahun 1294, Paus Selestinus V mengumumkan secara resmi sebuah hukum kanon yang secara jelas melahirkan hak untuk mengundurkan diri dari jabatan Paus, dan mengambil sendiri keputusan tersebut setelah hanya menduduki jabatannya selama lima bulan. Sebelum pemilihannya, ia pernah hidup sebagai seorang pertapa, dan sesudahnya menganggap dirinya tidak pantas untuk memenuhi tugas dan kewajiban seorang Paus. Ia hidup dua tahun lagi setelah ia melakukan abdikasi. Sebelum Paus Selestinus V, terdapat beberapa kasus abdikasi, walaupun alasan dan penjelasannya tidak jelas. Beberapa ahli berpendapat bahwa Paus Marcellinus berabdikasi pada tahun 308 dan Paus Liberius pada tahun 366; namun, penjelasan akan peristiwa-peristiwa ini tidak pasti. Namun ada juga beberapa peristiwa yang bisa dipastikan sebagai abdikasi paus. Paus Benediktus IX, yang dituduh menyebabkan banyak skandal akibat gaya hidupnya yang tidak teratur, melakukan abdikasi pada tahun 1044 untuk masuk ke dalam sebuah biara. Paus Gregorius VI melakukan abdikasi pada tahun 1046 sebagai jawaban atas tuduhan menerima uang suap. Paus terakhir yang melakukan abdikasi adalah Paus Gregorius XII pada tahun 1409; ia melakukannya untuk mengakhiri Skisma Barat. Pada saat itu terdapat tiga orang yang menyatakan berhak atas tahta kepausan: Paus Roma Gregorius XII, Paus Avignon Benediktus XIII, dan Anti-Paus Yohanes XXIII yang merupakan hasil pemilihan Konsili Pisa. Sebuah konsili bertemu di Konstanz untuk mengakhiri skisma ini. Paus Gregorius XII mengirimkan wakil-wakilnya untuk secara resmi mengadakan pertemuan konsili tersebut, supaya pertemuan ini menjadi sebuah konsili ekumenikal yang sah dan mengikat, dan untuk mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepausannya sehingga memungkinkan pemilihan yang bebas bagi seorang penerus Sri Paus. Ada spekulasi bahwa selama Perang Dunia II Paus Pius XII telah merancang sebuah dokumen dengan instruksi bagi Dewan Kardinal bahwa kalau ia akhirnya diculik oleh pihak Nazi, ia dianggap telah mengundurkan diri dari jabatannya dan para kardinal kemudian mesti memilih penggantinya. Isu-isu yang lama beredar menyatakan bahwa Paus Yohanes Paulus II mengancam akan mengundurkan diri dari jabatannya selama masa darurat militer di negara asalnya Polandia untuk memimpin gerakan oposisi politis melawan penindasan kaum komunis terhadap hak-hak keagamaan dan hak-hak sipil lainnya disana. Pada tahun-tahun terakhir masa hidupnya sebelum wafatnya pada tahun 2005, banyak pihak beranggapan bahwa Paus Yohanes Paulus II semestinya melakukan abdikasi atas dasar kesehatannya yang terus memburuk. Kuria Romawi (para pejabat Vatikan) berulang kali memadamkan isu akan kemungkinan ini. Pihak Gereja Katolik Roma mendorong para Kardinal untuk pensiun sebelum usia 80 tahun dan melarang mereka untuk memberikan hak suara dalam konklaf (pertemuan para Kardinal Gereja Katolik Roma yang diadakan guna memilih Paus yang baru) setelah melewati usia tersebut. Namun beberapa Paus telah hidup lebih lama dari batasan usia tadi. Bahkan beberapa di antaranya, seperti Paus Yohanes Paulus II, terlihat jelas fisiknya sudah sangat lemah bertahun-tahun akibat usia tuanya sebelum beliau meninggal dunia.
n12:wasDerivedFrom
n13:6603136
n4:isPrimaryTopicOf
n5:Abdikasi_Paus
Subject Item
n2:Februari_2013
n3:wikiPageWikiLink
n2:Abdikasi_Paus
Subject Item
n2:Konklaf_Kepausan_2013
n3:wikiPageWikiLink
n2:Abdikasi_Paus
Subject Item
n2:Abdikasi_paus
n3:wikiPageWikiLink
n2:Abdikasi_Paus
n3:wikiPageRedirects
n2:Abdikasi_Paus
Subject Item
n2:Pengunduran_diri_paus
n3:wikiPageWikiLink
n2:Abdikasi_Paus
n3:wikiPageRedirects
n2:Abdikasi_Paus
Subject Item
n5:Abdikasi_Paus
n4:primaryTopic
n2:Abdikasi_Paus