Content-Length: 29556 About: Senat Republik Romawi

Senat Republik Romawi merupakan institusi politik pada masa Republik Romawi. Menurut sejarawan Yunani kuno Polybius, sumber utama tentang Konstitusi Republik Romawi, Senat Romawi merupakan cabang utama pemerintahan. Polybius mencatat bahwa konsullah (pangkat tertinggi dalam kehakiman Romawi) yang memimpin pasukan dan pemerintahan sipil di Roma, dan majelis Romawilah yang memiliki otoritas akhir atas pemilihan umum, legislasi, dan pengadilan.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Senat Republik Romawi merupakan institusi politik pada masa Republik Romawi. Menurut sejarawan Yunani kuno Polybius, sumber utama tentang Konstitusi Republik Romawi, Senat Romawi merupakan cabang utama pemerintahan. Polybius mencatat bahwa konsullah (pangkat tertinggi dalam kehakiman Romawi) yang memimpin pasukan dan pemerintahan sipil di Roma, dan majelis Romawilah yang memiliki otoritas akhir atas pemilihan umum, legislasi, dan pengadilan. Namun, karena senat mengontrol uang, administrasi, dan rincian kebijakan asing, senat memiliki kendali besar atas kehidupan sehari-hari. Kekuasaan dan otoritas senat diturunkan dari pendahulunya, kaliber dan prestasi tinggi senator, dan garis turunan senat yang berkelanjutan, yang berasal dari pendirian Republik pada tahun 509 SM. Awalnya hakim ketua, konsul mengangkat semua senator baru. Mereka memiliki kekuasaan memberhentikan seseorang dari senat. Sepanjang tahun 318 SM, sebuah hukum disahkan ("Plebisit Ovinius" atau plebiscitum Ovinium) yang memberi kekuasaan ini ke Hakim Romawi lain, Sensor Romawi, yang mempertahankan kekuasaan ini hingga jatuhnya Republik Romawi pada tahun 27 SM. Hukum ini juga memerlukan sensor untuk mengangkat tiap hakim yang baru dipilih ke senat. Sehingga, dari sinilah, pemilihan ke jabatan kehakiman mengakibatkan seseorang dengan sendirinya menjadi senat. Pengangkatan itu bersifat seumur hidup, meskipun sensor dapat menggugat senator kapan saja. Senat mengarahkan hakim, khususnya konsul, dalam penuntutan konflik militer. Senat juga memiliki beberapa derajat kekuasaan atas pemerintahan sipil di Roma. Kasus ini terjadi dengan memandang pengelolaan keuangan negara, karena hanya itulah yang dapat mengatur pengeluaran uang rakyat ke perbendaharaan. Di samping itu, senat mengesahkan dekrit bernama senatus consultum, yang secara resmi merupakan "nasihat" dari senat ke hakim. Dalam prakteknya, bila secara teknik dekrit tersebut tak harus ditaati, mereka biasanya senada. Selama keadaan darurat, hanya senat yang dapat mengatur pengangkatan diktator Romawi. Namun, diktator luar biasa terakhir diangkat pada tahun 202 SM. Setelah tahun tersebut, senat menanggapi keadaan darurat dengan mengesahkan senatus consultum ultimum ("Dekrit Akhir Senat"), sama dengan keadaan perang.
dbpedia-owl:thumbnail
dbpedia-owl:wikiPageExternalLink
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 434439 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 6703080 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dbpprop-id:col
  • * Senat Bizantium * Hukum Romawi * Centuria
  • * Curia * Quaestor * Aedile
  • * Concilium plebis * Cursus honorum * Pontifex Maximus
  • * Interrex * Procurator * Acta Senatus
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Senat Republik Romawi merupakan institusi politik pada masa Republik Romawi. Menurut sejarawan Yunani kuno Polybius, sumber utama tentang Konstitusi Republik Romawi, Senat Romawi merupakan cabang utama pemerintahan. Polybius mencatat bahwa konsullah (pangkat tertinggi dalam kehakiman Romawi) yang memimpin pasukan dan pemerintahan sipil di Roma, dan majelis Romawilah yang memiliki otoritas akhir atas pemilihan umum, legislasi, dan pengadilan.
rdfs:label
  • Senat Republik Romawi
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:depiction
foaf:isPrimaryTopicOf
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is foaf:primaryTopic of