Content-Length: 22752 About: Panembahan Muhammad Said

Panembahan Muhammad Said adalah salah seorang pejuang Perang Banjar/Perang Barito. Panembahan Muhammad Said adalah putera sulung Pangeran Antasari, ia bersama saudaranya Sultan Muhammad Seman meneruskan perjuangan ayahandanya Pangeran Antasari melawan kolonial Hindia Belanda. Tidak lama setelah wafatnya Pangeran Antasari, Gusti Mat Said menetap di Bundang di tepi sungai Laung. Dalam Dewan Pagustian ia menjadi mangkubumi dan meninggal tahun 1875.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Panembahan Muhammad Said adalah salah seorang pejuang Perang Banjar/Perang Barito. Panembahan Muhammad Said adalah putera sulung Pangeran Antasari, ia bersama saudaranya Sultan Muhammad Seman meneruskan perjuangan ayahandanya Pangeran Antasari melawan kolonial Hindia Belanda. Tidak lama setelah wafatnya Pangeran Antasari, Gusti Mat Said menetap di Bundang di tepi sungai Laung. Dalam Dewan Pagustian ia menjadi mangkubumi dan meninggal tahun 1875. Setelah ia meninggal posisinya digantikan oleh puteranya Gusti Muhammad Tarip yang bergelar Pangeran Perbatasari pada 1875. Puteranya tiga orang yaitu: Gusti Muhammaad Tarip gelar Pangeran Perbatasari (tertangkap 1884 dibuang ke kampung Jawa-Tondano Gusti Abdullah gelar Prabu Anom Gusti Muhammad Arsyad
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 538203 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 4694499 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dbpprop-id:father
dbpprop-id:issue
  • ♂ Pangeran Perbatasari♂ Prabu Anom♂ Gusti Muhammad Arsyad
dbpprop-id:name
  • Panembahan Muhammad Said
dbpprop-id:othertitles
  • Gusti MatSaid
dbpprop-id:placeOfBirth
dbpprop-id:placeOfDeath
dbpprop-id:regType
dbpprop-id:regent
dbpprop-id:royalHouse
dbpprop-id:successor
dbpprop-id:title
  • Mangkubumi Kesultanan Banjar
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Panembahan Muhammad Said adalah salah seorang pejuang Perang Banjar/Perang Barito. Panembahan Muhammad Said adalah putera sulung Pangeran Antasari, ia bersama saudaranya Sultan Muhammad Seman meneruskan perjuangan ayahandanya Pangeran Antasari melawan kolonial Hindia Belanda. Tidak lama setelah wafatnya Pangeran Antasari, Gusti Mat Said menetap di Bundang di tepi sungai Laung. Dalam Dewan Pagustian ia menjadi mangkubumi dan meninggal tahun 1875.
rdfs:label
  • Panembahan Muhammad Said
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:isPrimaryTopicOf
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is foaf:primaryTopic of