Content-Length: 39475 About: Muhammad Seman

Sultan Muhammad Seman adalah Sultan Banjar dalam pemerintahan pada masa 1862—1905 (versi lain 1875-1905). Nama lahirnya Gusti Matseman. Ia adalah putra dari Pangeran Antasari yang disebut Pagustian (Kesultanan Banjar yang Baru) sebagai penerus Kesultanan Banjar yang telah dihapuskan Belanda. Di zaman Sultan Muhammad Seman, pemerintahan Banjar berada di Muara Teweh, di hulu sungai Barito. Sultan Muhammad Seman merupakan anak dari Pangeran Antasari dengan Nyai Fatimah.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Sultan Muhammad Seman adalah Sultan Banjar dalam pemerintahan pada masa 1862—1905 (versi lain 1875-1905). Nama lahirnya Gusti Matseman. Ia adalah putra dari Pangeran Antasari yang disebut Pagustian (Kesultanan Banjar yang Baru) sebagai penerus Kesultanan Banjar yang telah dihapuskan Belanda. Di zaman Sultan Muhammad Seman, pemerintahan Banjar berada di Muara Teweh, di hulu sungai Barito. Sultan Muhammad Seman merupakan anak dari Pangeran Antasari dengan Nyai Fatimah. Nyai Fatimah adalah saudara perempuan dari Tumenggung Surapati, panglima Dayak (Siang) dalam Perang Barito. Jadi sultan ini masih ada keturunan Dayak dari pihak ibunya. Pada tahun 1888, Sultan Muhammad Seman mendirikan sebuah masjid di Baras Kuning yang sedianya akan menjadi tempat gerakan Beratib Beramal. Sultan Muhammad Seman meneruskan perjuangan mengusir penjajah Belanda dari tanah Banjar. Sultan beserta pejuang lainnya seperti Tumenggung Surapati, Panglima Batur, Panglima Bukhari, dan beberapa pejuang lainnya terus menggempur pertahanan Belanda di daerah Muara Teweh, Buntok, Tanjung, Balangan, Amuntai, Kandangan, dan di sepanjang sungai Barito. Pada pertempuran di Benteng Baras Kuning, Sultan Muhammad Seman gugur sebagai syuhada, setelah mempertahankan benteng dari serbuan Belanda. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Januari 1905. Sultan Muhammad Seman sangat dekat kekerabatan dengan Suku Dayak Murung. Ini karena ibu beliau, Nyai Fatimah, berasal dari suku Dayak Murung, yang tidak lain adalah saudara dari Tumenggung Surapati. Muhammad Seman juga mengawini dua puteri Dayak dari Suku Dayak Ot Danum. Puteranya, Gusti Berakit, ketika tahun 1906 juga mengawini putri kepala suku Dayak yang tinggal di tepi sungai Tabalong. Sebagai wujud toleransi yang tinggi, ketika mertuanya meninggal, Sultan Muhammad Seman memprakarsai diselenggarakannya tiwah, yaitu upacara pemakaman secara adat Dayak. Dengan gugurnya Sultan Muhammad Seman, maka pejuang-pejuan dalam Perang Banjar semakin berkurang dab melemah. Sehingga sejarah mencatat bahwa Perang Banjar berakhir ketika gugurnya Sultan Muhammad Seman. Sepeninggal Sultan Muhammad Seman, perjuangan dilanjutkan oleh putri dan menantu beliau, yaitu Ratu Zaleha dan Gusti Muhammad Said, beserta sisa-sisa pasukan yang masih setia dengan perjuangan rakyat Banjar. Makam Sultan Muhammad Seman terdapat pada sebuah perbukitan yang dinamakan Gunung Sultan di tengah kota Puruk Cahu ibukota Kabupaten Murung Raya, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Didahului oleh:Pangeran Antasari Sultan Banjar1862-1905 Digantikan oleh:Pangeran Khairul Saleh
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 275140 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 6505130 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dbpprop-id:children
dbpprop-id:consort
  • Nyai Salamah
  • Nyai Banun
  • Nyai Mariamah
dbpprop-id:dateOfDeath
  • 24 (xsd:integer)
dbpprop-id:father
dbpprop-id:jabatan
dbpprop-id:mother
  • Nyai Fatimah
dbpprop-id:name
  • Sultan Muhammad Seman
dbpprop-id:pendahulu
dbpprop-id:pengganti
dbpprop-id:placeOfDeath
dbpprop-id:predecessor
dbpprop-id:regType
dbpprop-id:regent
dbpprop-id:reign
  • 1862 (xsd:integer)
dbpprop-id:religion
dbpprop-id:royalHouse
dbpprop-id:successor
  • Gusti Berakit
dbpprop-id:tahun
  • 1862 (xsd:integer)
dbpprop-id:title
  • Pangeran Matseman
  • Gusti Matseman
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Sultan Muhammad Seman adalah Sultan Banjar dalam pemerintahan pada masa 1862—1905 (versi lain 1875-1905). Nama lahirnya Gusti Matseman. Ia adalah putra dari Pangeran Antasari yang disebut Pagustian (Kesultanan Banjar yang Baru) sebagai penerus Kesultanan Banjar yang telah dihapuskan Belanda. Di zaman Sultan Muhammad Seman, pemerintahan Banjar berada di Muara Teweh, di hulu sungai Barito. Sultan Muhammad Seman merupakan anak dari Pangeran Antasari dengan Nyai Fatimah.
rdfs:label
  • Muhammad Seman
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:isPrimaryTopicOf
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is dbpprop-id:pengganti of
is foaf:primaryTopic of