Content-Length: 18367 About: Maximus Sang Syahid

Maximus adalah salah satu teolog dari Bizantium. Ia dilahirkan tahun 580 dan sempat menjadi sekretaris utama kaisar di Konstantinopel. Pada tahun 614, ia memutuskan meninggalkannya jabatannya itu demi cita-citanya menjadi seorang rahib. Ia pernah tinggal di Afrika Utara selama hampir dua dekade. Maximus beberapa kali dibuang ke Konstantinopel dan dipaksa menerima doktrin yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kehendak.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Maximus adalah salah satu teolog dari Bizantium. Ia dilahirkan tahun 580 dan sempat menjadi sekretaris utama kaisar di Konstantinopel. Pada tahun 614, ia memutuskan meninggalkannya jabatannya itu demi cita-citanya menjadi seorang rahib. Ia pernah tinggal di Afrika Utara selama hampir dua dekade. Maximus beberapa kali dibuang ke Konstantinopel dan dipaksa menerima doktrin yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kehendak. Padahal ia bersikeras berpegang pada pandangannya bahwa Yesus Kristus itu mempunyai dua kehendak yakni kehendak manusiawi dan ilahi. Dengan tegas, ia menyuarakan pendapatnya itu dalam sinode di Roma tahun 649. Persoalan itu membuat Maximus banyak mengundang perhatian Barat. Oleh karena ia tidak mau menerima doktrin dua kehendak maka pada tahun 661 lidah dan tangan kanannya dipotong sebagai hukuman baginya. Ia meninggal di Konstantinopel tahun 662. Kematiannya tersebut membuatnya diberi gelar "Maximus Sang Syahid" oleh orang-orang yang kagum melihat keteguhan Maximus dalam memegang komitmen-komitmen teologisnya. Maximus disebut-sebut sebagai salah satu teolog Ortodoks penting di abad ke-7. Banyak sekali karya tulis yang dihasilkannya bahkan mencapai sekitar sembilan puluh tulisan dengan tema yang berbeda-beda.
dbpedia-owl:thumbnail
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 707609 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 6621998 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Maximus adalah salah satu teolog dari Bizantium. Ia dilahirkan tahun 580 dan sempat menjadi sekretaris utama kaisar di Konstantinopel. Pada tahun 614, ia memutuskan meninggalkannya jabatannya itu demi cita-citanya menjadi seorang rahib. Ia pernah tinggal di Afrika Utara selama hampir dua dekade. Maximus beberapa kali dibuang ke Konstantinopel dan dipaksa menerima doktrin yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kehendak.
rdfs:label
  • Maximus Sang Syahid
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:depiction
foaf:isPrimaryTopicOf
is foaf:primaryTopic of