Content-Length: 35804 About: Kidung Gregorian

Kidung Gregorian adalah pusat tradisi kidung Barat, semacam kidung liturgis monofonik dari Kekristenan Barat yang mengiringi perayaan misa dan ibadat-ibadat ritual lainnya. Kumpulan besar kidung ini adalah musik tertua yang dikenal karena merupakan kumpulan kidung pertama yang diberi notasi pada abad ke-10. Secara umum, kidung-kidung Gregorian dipelajari melalui metode viva voce, yakni dengan mengulangi contoh secara lisan, yang memerlukan pengalaman bertahun-tahun lamanya di Schola Cantorum.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Kidung Gregorian adalah pusat tradisi kidung Barat, semacam kidung liturgis monofonik dari Kekristenan Barat yang mengiringi perayaan misa dan ibadat-ibadat ritual lainnya. Kumpulan besar kidung ini adalah musik tertua yang dikenal karena merupakan kumpulan kidung pertama yang diberi notasi pada abad ke-10. Secara umum, kidung-kidung Gregorian dipelajari melalui metode viva voce, yakni dengan mengulangi contoh secara lisan, yang memerlukan pengalaman bertahun-tahun lamanya di Schola Cantorum. Kidung Gregorian bersumber dari kehidupan monastik, di mana menyanyikan 'Ibadat Suci' sembilan kali sehari pada waktu-waktu tertentu dijumjung tinggi seturut Peraturan Santo Benediktus. Melagukan ayat-ayat mazmur mendominasi sebagian besar dari rutinitas hidup dalam komunitas monastik, sementara sebuah kelompok kecil dan para solois menyanyikan kidung-kidung. Dalam sejarahnya yang panjang, kidung Gregorian telah mengalami banyak perubahan dan perbaikan sedikit demi sedikit.
dbpedia-owl:thumbnail
dbpedia-owl:wikiPageExternalLink
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 273306 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 6721108 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dbpprop-id:description
  • Klik gambar manuskrip dan unduh versi resolusi-tinggi untuk mengikuti notasinya, dimulai pada kaligrafi huruf "G" besar. Antifon diulangi sesudah ayat mazmur "Annunciabunt...quẽ fecit dominus" dan diulangi lagi sesudah "Gloria patri." Hanya permulaan dan akhir "Gloria patri" yang terlihat pada manuskrip; "EVOVAE" mewakili huruf-huruf vokal dalam lima suku kata terakhir, "sæculorum, amen." Pengucapan bahasa Latinnya mengikuti cara pengucapan bahasa Latin di Jerman pada masa Renaissance, berdasarkan koneksi-koneksi gerejawi antara Åbo dan Jerman .
dbpprop-id:filename
  • Gaudeamus omnes - Graduale Aboense.ogg
dbpprop-id:title
  • Gaudeamus omnes, Introit untuk misa sebagai penghormatan kepada Henrikus, santo pelindung Finlandia
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Kidung Gregorian adalah pusat tradisi kidung Barat, semacam kidung liturgis monofonik dari Kekristenan Barat yang mengiringi perayaan misa dan ibadat-ibadat ritual lainnya. Kumpulan besar kidung ini adalah musik tertua yang dikenal karena merupakan kumpulan kidung pertama yang diberi notasi pada abad ke-10. Secara umum, kidung-kidung Gregorian dipelajari melalui metode viva voce, yakni dengan mengulangi contoh secara lisan, yang memerlukan pengalaman bertahun-tahun lamanya di Schola Cantorum.
rdfs:label
  • Kidung Gregorian
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:depiction
foaf:isPrimaryTopicOf
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is foaf:primaryTopic of