Content-Length: 22201 About: Kekerasan dalam Kisah-Kisah Andersen

Beberapa pengamat mengatakan bahwa cerita-cerita karya Hans Christian Andersen mengandung unsur-unsur kekerasan yang dianggap sangat tidak etis bila ditujukan kepada anak-anak yang merupakan pembaca karya-karyanya. "Pembunuhan, mutilasi, siksaan psikologis, penganiayaan anak-anak atau child abuse... sebenarnya hal-hal inilah yang diceritakan oleh Hans Christian Andersen". Setidaknya menurut versi Maev Kennedy, koresponden seni dari surat kabar The Guardian di Inggris.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Beberapa pengamat mengatakan bahwa cerita-cerita karya Hans Christian Andersen mengandung unsur-unsur kekerasan yang dianggap sangat tidak etis bila ditujukan kepada anak-anak yang merupakan pembaca karya-karyanya. "Pembunuhan, mutilasi, siksaan psikologis, penganiayaan anak-anak atau child abuse... sebenarnya hal-hal inilah yang diceritakan oleh Hans Christian Andersen". Setidaknya menurut versi Maev Kennedy, koresponden seni dari surat kabar The Guardian di Inggris. Dalam artikel berjudul Dancer in The Dark, Maev Kennedy menyatakan kalau saja H.C. Andersen menuangkan idenya dengan media film, dan bukan dongeng, niscaya tidak boleh seorang anak pun untuk menyaksikan filmnya. Dalam analisis Kennedy, versi orisinal dongeng Andersen, The Ugly Duckling jelas menyiratkan kebrutalan. Seekor bebek buruk rupa yang menjadi tokoh utamanya tidak hanya menjadi hinaan burung-burung lain, melainkan menjadi tumpahan siksaan anak-anaknya. Kami benar-benar berharap kamu dimakan kucing. Kamu ini benar-benar buruk rupa, kata kakak-kakaknya dalam dongeng tersebut. Tak cukup sekadar memupukkan siksaan psikologis pada sang bebek, H.C. Andersen menambah penderitaan sang bebek. Angsa liar, satu-satunya makhluk yang mau berteman dengan si bebek buruk rupa, segera diputuskan nasib hidupnya; ditembak mati oleh para pemburu. Kristian Jensen, seorang kurator pada acara eksibisi peringatan 200 tahun H.C. Andersen yang diselenggarakan British Library di London mengatakan senada dengan Maev Kennedy. Menurut Jensen, The Ugly Duckling itu H.C. Andersen sendiri seperti halnya The Little Mermaid. Menurutnya pula begitulah Andersen melihat dirinya, sesuatu yang ganjil, aneh, dan menyimpang. Ia merasa sebagai outsider (di luar sisi).
dbpedia-owl:thumbnail
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 21464 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 3072579 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Beberapa pengamat mengatakan bahwa cerita-cerita karya Hans Christian Andersen mengandung unsur-unsur kekerasan yang dianggap sangat tidak etis bila ditujukan kepada anak-anak yang merupakan pembaca karya-karyanya. "Pembunuhan, mutilasi, siksaan psikologis, penganiayaan anak-anak atau child abuse... sebenarnya hal-hal inilah yang diceritakan oleh Hans Christian Andersen". Setidaknya menurut versi Maev Kennedy, koresponden seni dari surat kabar The Guardian di Inggris.
rdfs:label
  • Kekerasan dalam Kisah-Kisah Andersen
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:depiction
foaf:isPrimaryTopicOf
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is foaf:primaryTopic of