Content-Length: 56461 About: Jimly Asshiddiqie

Jimly Asshiddiqie adalah akademisi Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pertama (2003–2008) dan diakui sebagai peletak dasar bagi perkembangan gagasan modernisasi peradilan di Indonesia. Ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia (UI) pada 1982, kemudian menyelesaikan jenjang pendidikan S2-nya di perguruan tinggi yang sama pada 1987.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Jimly Asshiddiqie adalah akademisi Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pertama (2003–2008) dan diakui sebagai peletak dasar bagi perkembangan gagasan modernisasi peradilan di Indonesia. Ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia (UI) pada 1982, kemudian menyelesaikan jenjang pendidikan S2-nya di perguruan tinggi yang sama pada 1987. Gelar doktor kemudian disandangnya dari Universitas Indonesia pada 1990 dan Van Vollenhoven Institute, serta Rechts-faculteit, Universiteit Leiden, program doctor by research dalam ilmu hukum (1990). Pada tahun 1998, Jimly memperoleh gelar Guru Besar ilmu Hukum Tata Negara FHUI. Di masa Presiden Soeharto, Jimly pernah menjabat Staf Ahli Menteri Pendidikan (1993-1998) dan kemudian diangkat menjadi Asisten Wakil Presiden RI B.J. Habibie. Di masa Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati, ia kembali menjadi guru besar FHUI dan kemudian dipercaya menjadi Penasihat Ahli Menteri Perindustrian dan perdagangan (2001-2003), Tim Ahli PAH I BP-MPR (2001-2002) dan Penasihat Ahli Setjen MPR-RI dalam rangka Perubahan UUD 1945 (2002-2003). Sebelumnya, ketika Presiden B.J. Habibie membentuk Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani pada tahun 1998. Jimly dipercaya menjadi Ketua Kelompok Reformasi Hukum sedangkan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Kelompok Kerja Reformasi Politik. Selain menyiapkan pelbagai bahan untuk RUU, pokja juga ditugasi untuk melakukan kajian Perubahan UUD 1945 dan kemungkinan Sistem Pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat. Di saat genting pasca mundurnya Presiden Soeharto dan B.J. Habibie menjadi Presiden, ia dipercaya menjadi Sekretaris Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum yang langsung diketuai oleh Presiden dengan Ketua Harian Menkopolkam. Jimly banyak terlibat dalam perancangan UU bidang politik dan hukum, dan terakhir ia aktif sebagai penasihat Pemerintah dalam penyusunan RUU tentang Mahkamah Konstitusi. Setelah RUU mendapat persetujuan bersama tanggal 13 Agustus 2003, ia dipilih oleh DPR menjadi hakim konstitusi generasi pertama pada tanggal 15 Agustus 2003, dan kemudian terpilih menjadi Ketua pada tanggal 19 Agustus 2003. Ia dipercaya memimpin MK selama 2 periode (2003-2006, dan 2006-2008). Setelah masa tugasnya selesai, sampai masa pendaftaran ditutup oleh DPR, ia tidak mencalonkan diri kembali sebagai hakim konstitusi. Namun, atas desakan semua partai, ia akhirnya bersedia meskipun untuk itu masa pendaftaran calon hakim terpaksa diperpanjang untuk kemudian dilantikan kembali menjadi hakim konstitusi. Namun, setelah pelantikan dan kemudian diadakan pemilihan Ketua, Jimly tidak terpilih sebagai Ketua untuk periode ketiga. Ia digantikan hakim baru, yaitu Mahfud MD yang berhenti dari DPR untuk mengabdi menjadi hakim konstitusi. Setelah beberapa bulan kemudian, Jimly mengundurkan diri dari jabatan hakim konstitusi dan mulai sejak 1 Desember 2008 tidak lagi berstatus sebagai hakim. Ia merasa telah selesai melaksanakan tugas sejarah dalam membangun dan mengokohkan keberadaan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia sebagai lembaga peradilan yang modern dan tepercaya. Bahkan Ketua yang baru sudah terpilih sebagaimana mestinya untuk meneruskan estafet tugas konstitusional mengawal konstitusi. Banyak kritik yang dilontarkan atas pengunduran dirinya itu dari para anggota DPR. Namun, Pemerintah sangat menghargai jasa-jasanya dalam membangun lembaga Mahkamah Konstitusi dengan baik. Untuk itu pada bulan Agustus 2009, ia dianugerahi oleh Presiden, Bintang Mahaputera Adipradana. Sesudah tidak lagi sebagai hakim, ia pernah dipercaya menjadi Ketua Panitia Seleksi Penasihat KPK (2009) dan Ketua Dewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum (2009-2010). Selain itu, ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden(Wantimpres) Bidang Hukum dan Ketatanegaraan sampai kemudian mencalonkan diri sebagai calon Ketua KPK. Ia juga aktif menjadi Penasihat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (2009-sekarang). Aktivitas organisasinya, beliau pernah aktif di organisasi kepemudaan Pelajar Islam Indonesia (PII). Sekarang di samping mengajar, Jimly aktif mendirikan sekolah kepempinan politik dan hukum yang diberi nama "Jimly School of Law and Government".
dbpedia-owl:activeYearsEndDate
  • 2008-08-19 (xsd:date)
  • 2008-11-30 (xsd:date)
dbpedia-owl:activeYearsStartDate
  • 2003-08-18 (xsd:date)
  • 2003-08-19 (xsd:date)
  • 2010-01-25 (xsd:date)
dbpedia-owl:almaMater
dbpedia-owl:birthDate
  • 1956-04-17 (xsd:date)
dbpedia-owl:birthPlace
dbpedia-owl:nationality
dbpedia-owl:office
  • Hakim Konstitusi Republik Indonesia
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
  • Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia
dbpedia-owl:orderInOffice
  • 1
dbpedia-owl:religion
dbpedia-owl:successor
dbpedia-owl:thumbnail
dbpedia-owl:wikiPageExternalLink
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 82175 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 5751646 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dbpprop-id:almaMater
  • UI , Leiden
dbpprop-id:birthDate
  • 17 (xsd:integer)
dbpprop-id:birthPlace
dbpprop-id:caption
  • Jimly Asshiddiqie
dbpprop-id:children
  • Fajh Robby Ferliansyah, Sheera Maulidya, Afida Nurulfajria, Mieska Alia Farhana, dan Rafi Fahrazi
dbpprop-id:honorificPrefix
  • Prof. Dr.
dbpprop-id:honorificSuffix
  • S.H.
dbpprop-id:image
  • Jimly asshiddiqie.jpg
dbpprop-id:imagesize
  • 200 (xsd:integer)
dbpprop-id:jabatan
dbpprop-id:name
  • Jimly Asshiddiqie
dbpprop-id:nationality
dbpprop-id:nominator
dbpprop-id:occupation
  • Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia
dbpprop-id:office
  • Hakim Konstitusi Republik Indonesia
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
  • Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia
dbpprop-id:order
  • 1 (xsd:integer)
dbpprop-id:pendahulu
  • Tidak ada, jabatan baru
dbpprop-id:pengganti
dbpprop-id:predecessor
  • Tidak ada, jabatan baru
dbpprop-id:religion
dbpprop-id:residence
  • Jl. Margasatwa Raya, Pondok Labu Indah B-4, Jakarta Selatan.
dbpprop-id:spouse
  • Tuty Amalia
dbpprop-id:successor
dbpprop-id:tahun
  • 2003 (xsd:integer)
dbpprop-id:termEnd
  • 19 (xsd:integer)
  • 30 (xsd:integer)
dbpprop-id:termStart
  • 18 (xsd:integer)
  • 19 (xsd:integer)
  • 25 (xsd:integer)
dbpprop-id:website
dcterms:subject
rdf:type
rdfs:comment
  • Jimly Asshiddiqie adalah akademisi Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pertama (2003–2008) dan diakui sebagai peletak dasar bagi perkembangan gagasan modernisasi peradilan di Indonesia. Ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia (UI) pada 1982, kemudian menyelesaikan jenjang pendidikan S2-nya di perguruan tinggi yang sama pada 1987.
rdfs:label
  • Jimly Asshiddiqie
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:depiction
foaf:homepage
foaf:isPrimaryTopicOf
foaf:name
  • Jimly Asshiddiqie
is dbpedia-owl:predecessor of
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is dbpprop-id:pendahulu of
is dbpprop-id:predecessor of
is foaf:primaryTopic of