Content-Length: 33604 About: G.J. Resink

Gertrudes Johannes "Han" Resink adalah penyair, eseis dan sarjana Indonesia. Resink berasal dari keluarga berketurunan Indo. Orang tuanya membawa kumpulan seni Indonesia di rumahnya, dan ibunya sering dimintai sahabat-sahabatnya yang kaya untuk memperlihatkannya. Pendapatan dari situ digunakan untuk membiayai sekolah-sekolah wanita.

PropertyValue
dbpedia-owl:abstract
  • Gertrudes Johannes "Han" Resink adalah penyair, eseis dan sarjana Indonesia. Resink berasal dari keluarga berketurunan Indo. Orang tuanya membawa kumpulan seni Indonesia di rumahnya, dan ibunya sering dimintai sahabat-sahabatnya yang kaya untuk memperlihatkannya. Pendapatan dari situ digunakan untuk membiayai sekolah-sekolah wanita. Menjelang Perang Dunia II, Resink aktif di Stuw-groep, suatu organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Hindia-Belanda dan pembentukan negara konstitusional yang demokratis dengan tetap menjaga hubungan dengan Belanda. Resink menerbitkan karya-karyanya di De Fakkel, Oriëntatie, Indonesië dan Ons Erfdeel. Pada tahun 1950, Resink menjadi warganegara Indonesia dan antara tahun 1947-1976 menjadi guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sampai akhir hayatnya, ia tinggal di Jakarta. Dalam sastra Belanda, Resink menduduki posisi yang unik. Ia merupakan satu-satunya orang di dunia sastra Eropa yang memasukkan napas kehidupan Indonesia. Sehingga, seperti yang dikemukakan oleh Rob Nieuwenhuys, sajak-sajak Resink mengandung kekuatan magis, tidak impresif, namun penuh akan kepercayaan lama dalam budaya di mana ia tinggal. Sekumpulan syair bahasa Belanda pertama kali muncul dengan judul Op de breuklijn, kemudian diperpanjang dalam karyanya Kreeft en Steenbok. Pada tahun 1981 Trans-cultureel terbit. Kebanyakan karyanya mengambil bentuk yang biasa digunakan di Eropa seperti quatrain dan soneta, seringkali dengan permainan kata yang mengejutkan. Semuanya menyempurnakan syair Paul Marie Verlaine dan Charles Pierre Baudelaire. Steyaert menunjukkan bagaimana Resink juga membangun asas-asas Tachtigers, dan memperlihatkan maksud karya-karyanya melalui perbandingan pada karya-karya Jacques Fabrice Herman Perk, Willem Kloos dan Johan Andreas Dèr Mouw. Sejumlah syair Resink sudah diterjemahkan ke bahasa Perancis dan Indonesia. Resink menerbitkan berbagai esai mengenai Joseph Conrad yang wajah spiritual dan budayanya berhadapan dengan karya-karya Arthur Rimbaud, Claude-Achille Debussy dan Multatuli. Studi sejarah hukumnya diterbitkan dalam buku Indonesia's History between the Myths. Dalam karyanya itu, ia menolak mitos 4 abad Pax Neerlandica. Seluruh karya Resink dihibahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan sekarang ada di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
dbpedia-owl:wikiPageExternalLink
dbpedia-owl:wikiPageID
  • 541876 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageRevisionID
  • 6637849 (xsd:integer)
dbpedia-owl:wikiPageWikiLink
dcterms:subject
rdfs:comment
  • Gertrudes Johannes "Han" Resink adalah penyair, eseis dan sarjana Indonesia. Resink berasal dari keluarga berketurunan Indo. Orang tuanya membawa kumpulan seni Indonesia di rumahnya, dan ibunya sering dimintai sahabat-sahabatnya yang kaya untuk memperlihatkannya. Pendapatan dari situ digunakan untuk membiayai sekolah-sekolah wanita.
rdfs:label
  • G.J. Resink
http://www.w3.org/ns/prov#wasDerivedFrom
foaf:isPrimaryTopicOf
is dbpedia-owl:wikiPageRedirects of
is dbpedia-owl:wikiPageWikiLink of
is foaf:primaryTopic of